Home TANGERANG HUB Pacu Waiter Bersertifikat, Dispar Gelar Uji Kompetensi

Pacu Waiter Bersertifikat, Dispar Gelar Uji Kompetensi

1
SHARE
SERIUS: Sejumlah pegawai hotel dan restoran di wilayah Kota Tangsel mengikuti uji kompetensi sektor pariwisata bidang hotel dan restoran di Bupe Resto, Cilenggang, Serpong, Kamis (2/5). FOTO: Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres

SERPONG-Sebanyak 100 orang mengikut mengikuti uji kompetensi sektor pariwisata bidang hotel dan restoran. Kegiatan ini digelar Dinas Pariwisata Kota Tangsel bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Hospitality Cakrawala Indonesia. Acara yang dilaksanakan di Resto Bukit Palayangan tersebut khusus untuk bagian waiter dan food and baverage (FB).

Kepala Dinas Pariwisata Kota Tangsel Judianto mengatakan, peserta uji sertifikasi tersebut sebelumnya sudah dilakukan pembinaan. “Sertifikasi ini khusus untuk pelaku usaha di sektor restoran dan hotel, yakni waiter dan FB),” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Kamis (2/5).

Judianto menambahkan, nantinya peserta yang lulus akan mendapatkan sertifikat, dengan begitu mereka dapat pengakuan yang bersangkutan sudah profesional dibidangnya. Hal tersebut juga bisa meningkatkan daya saing sendiri, mulai dari pendapatan, potensi keterbukaan lapangan pekerjaan yang lebih tinggi lagi.

“Serta meningkatkan pelayanan disektor patiwisata di Tangsel karena mereka lebih dididik dan didorog supaya profesional dibidangnya. Yang tidak lulus akan diberi pembinaan lagi dan sertifikasi ulang,” tambahnya.

Masih menurutnya, di Tangsel waiter dan FB jumlahnya ribuan. Sertifikasi tersebut merupakan pertama yang dilakukan Pemkot Tangsel, sedangkan dari Kementrian Patiwisata sudah berjalan dua tahun. Peserta yang ikut sertifikasi biayanya ditanggung Pemkot dan sertifikat yang diperoleh merupakan tingkat internasional.

Selama ini pelayanan waiter dan FB di restoran maupun hotel di Tangsel sudah baik dan tinggal ditingkatkan lagi. “Ada standar-stadar yang wajib dilakukan waiter, mulai dari cara penyajian, cara bawa piring, gelas, menyapa tamu,” jelasnya.

Selain waiter dan FB, ada banyak sektor patiwisata yang perlu disertifikasi, mulai dari sektor travel, menajer dan lainnya. Waiter dan FB dipilih duluan karena bersentuhan langsung dengan konsumen.

Sertifikat yang diterima nantinya ada masa berlakuknya dan harus diperpanjang lagi dengan mengikuti sertifikasi lanjutan.
“Saya berharap peserta sertifikasi kemampuannya semakin meningkat dan sektor jasa pariwisata di Tangsel akan lebih meningkat pelayanannnya dan banyak orang yang datang ke Tangsel,” tuturnya.

Sementara itu, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan, uji kompetensi tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah peserta sudah siap atau belum untuk hadapai dunia globalisasi.

“Saat ini masyatakat ekonomi Asean sudah ada lintas batas dan memang sertifikasi diperlukan dan untuk kerja ini diperlukan untuk melihat kualitas dan kwantitas peserta,” ujarnya.

Airin menambahkan, dengan dilakukan sertifikasi diharapkan peserta bila bekerja di perusahaan maka perusahaan memiliki karyawan yang memiliki profesional, kemampuan dan kompetensi. Menurutnya, jangan yang dikejar itu sertifikat dan izin karena, kalau itu sudah didapat dan bisa bekerja di perusahaan bukan hal tersebut yang dilihat tapi profesionalitas dalam bekerja dan kompetensi dan integritas itu lebih penting.

Pemkot dan PHRI hanya memfasilitasi saja, sukses tidaknya peserta tergantung diri sendiri. “Cintai dan sukailah pekerjaan karena dengan begitu akan timbul komitmen untuk mejalankan profesi dengan sebaik-baiknya. Sertifikat ini hanya salah satu syarat sebagai syarat bekerja, bobot ter tertulis hanya beberapa saja dari tes wawancara,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Mutu pada LSP Hospitality Cakrawala Indonesia Dian Suhandi Kabid Mutu mengatakan, dalam sertifikasi tersebut ada 22 pertanyaan dan bisa dikembangkan menjadi 50 pertanyaan oleh assesor. “Judul inti pertanyaannya ada lima tapi, bisa dikembangkan sampai 50 pertanyaan,” ujarnya.

Dian menambahkan, nantinya peserta akan mendapat hasil setelah sertifikasi, yakni sudah kompeten atau belum. “Dalam kompetensi tidak ada nilai yang diperoleh namun, hanya ada kompeten atau tidak,” tambahnya. (adv)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here