Home TANGERANG HUB Sawi Hidroponik Pakuhaji Diminati Restauran Jakarta

Sawi Hidroponik Pakuhaji Diminati Restauran Jakarta

0
SHARE
RAWAT: Engkus, petani hidroponik di Kampung Buaran Kandang RT 03/04, Desa Paku Alam, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang sedang merawat tanamannya, Senin (6/6). FOTO: Zakky Adnan/Tangerang Ekspres

PENANAMAN sayuran sawi kini dapat dilakukan tanpa menggunakan media tanah. Penemuan metode tanam yang dikenal dengan istilah hidroponik, dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan media tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nustrisi tanaman.

Engkus Kusdi, seorang petani hidroponik mengatakan, pengelolaan perkembunan sayuran sawi hidroponik milik bosnya dilahan seluas 1.000 meter persegi di Kampung Buaran Kandang RT 03/04, Desa Paku Alam, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaen Tangerang, sejak Januari 2019 lalu.

“Kualitas sayuran sawi dengan memakai sistem tanam hidroponik jauh lebih baik dibandingkan dengan menggunakan media tanam dengan tanah,” kata Engkus, kepada Tangerang Ekspres, Senin (6/5).

Ia memaparkan, kelebihan menanam sawi dengan sistem hidroponik diantaranya, tanamam sawi usia 17 hari sudah dapat dipanen, sedangkan tanaman sawi media tanah dapat dipanen dengan usia yang lebih lama.

Lebih lanjut Engksu memaparkan, sistem tersebut tidak memerluakn lahan yang luas, sebab penggunaan hidroponik hanya menggunakan lahan yang kecil, meskipun jumlah tanaman berjumlah banyak. Selanjutnya, dalam proses perawatan lebih ramah lingkunan karena tidak menggunakan obat hama. “Terpenting hasil panen tanaman terjamin kesehatannya,” ucapnya.

Namun, ia mengungkapkan, sistem penanaman hidroponik juga memilki kendala yakni, memerlukan pengetahuan dan keterampilan khusus, sebab metode tanam ini tidak menggunakan tanah. Tidak kalah penting, sambungnya, sistem tanam ini memerlukan ketelitian karena nutrisi untuk tanaman harus benar-benar diawasi secara cermat.

Di atas lahan seluas 1.000 meter persegi, ia menyebutkan, pihaknya membuat 20 meja. Setiap meja, terdiri dari 11 talang (tiap talang berukuran 0,15 meter x 11 meter). Kemudian, tiap talang ada 44 pot-pot kecil sebagai tempat tanaman sawi.

“Satu meja, dapat meghasilkan panen sawi sebanyak 65 kilogram. Hasil panen ini dikirim untuk cafe-cafe ternama di wilayah Tangerang dan Jakarta,” ujarnya. (zky/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here