Home HUKUM Polri Tunggu Waktu Tetapkan UBN Tersangka

Polri Tunggu Waktu Tetapkan UBN Tersangka

293
0
SHARE

JAKARTA — Mabes Polri mengakui sengaja menunggu waktu yang tepat untuk menetapkan tersangka Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Ustaz Bachtiar Nasir (UBN). Mabes Polri menuduh UBN dengan sangkaan penggelapan dana yayasan dalam kegiatan Aksi Damai 411 dan 212 pada 2017 lalu.

“Momen 2017 sampai 2018 itu sangat rentan. Karena (menjelang) pemilu (2019),” kata Juru Bicara Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Selasa (7/5).

Dia mengatakan, penyidik mengkalkulasi kasus dugaan penggelepan tersebut dengan potensi reaksi keras dari para pendukung UBN. Apalagi, kasus tersebut menyangkut tentang pendanaan terkait aksi umat Islam, yakni aksi 411 dan 212.

Selain itu, sepanjang dua tahun tersebut merupakan momen pra-Pemilu 2019. “Tetapi proses hukum terhadap yang bersangkutan dan kasus itu masih terus berjalan,” ujar Dedi.

Dedi mengatakan, meski sangkaan penggelapan oleh UBN sempat mangkrak selama dua tahun, penyidik di Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittpideksus) sudah punya dua alat bukti meningkatkan penyelidikan menjadi penyidikan terhadap UBN. Kini, UBN ditetapkan menjadi tersangka.

“Penyidik sudah memiliki alat bukti ke sana. Oleh karena itu, penyidik akan meminta keterangan yang bersangkutan, mengklarifikasi data serta alat bukti yang dimiliki oleh penyidik besok,” ujar Dedi Prasetyo di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Selasa (7/5).

Setiap hal yang dilakukan oleh penyidik Polri, kata dia, selalu berlandaskan fakta hukum. Dalam melakukan pemeriksaan terhadap Bachtiar Nasir di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (8/5), dia menekankan harus profesional dan proporsional.

Perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh seseorang, lanjut dia, harus dipandang sama, tanpa melihat status sosial dan kedudukannya. “Orang tersebut harus bertanggung jawab terhadap perbuatan apa yang sudah dilakukan. Jadi, jangan dalam tanda kutip dipersepsikan ke yang lain,” kata Dedi Prasetyo.

UBN pun kembali diperiksa sebagai tersangka di Dittpideksus Mabes Polri, Truno Joyo, Jakarta Selatan (Jaksel) pada Rabu (8/5) besok. “Tentunya penyidik sudah punya dua alat bukti. Dua alat bukti ini yang akan nanti diklarifikasi oleh penyidik kepada yang bersangkutan,” terang Dedi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here