Home TANGERANG HUB Sampai Pekan Kedua, Stok Darah Aman

Sampai Pekan Kedua, Stok Darah Aman

0
SHARE
DONOR DARAH: Walikota Airin Rachmi Diany (kanan) melakukan aksi donor darah beberapa waktu lalu. FOTO: Dok. Tangerang Ekspres

SERPONG-Setiap bulan Ramadan stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Tangsel masuk fase krisis. Alasannya, menurunnya jumlah warga yang melakukan donor darah. Maka dari itu, PMI Tangsel terus menjemput bola sebelumnya.

Dengan cara itu, pada bulan Ramadan ini, PMI Kota Tangsel sudah menyiapkan strategi guna memenuhi kebutuhan stok darah. “Stok darah sampai minggu ke-2 puasa masih terbilang aman. Untuk di bulan ramadhan nanti planning kita ialah menjemput bola dengan mendatangi gereja dan pusat perbelanjaan,” ujar Staff Pelayanan Pelestarian Donor Darah Sukarela (P2D2S) PMI Tangsel, M Fajar, seperti mengutip portal tangerangselatankota.go.id, kemarin.

Lanjut Fajar, nantinya akan menargetkan lokasi donor darah maksimal dua lokasi yang berbeda. “Dengan target 75 kantong perkedatangan. Dan, maksimal ada dua lokasi yang kita datangi,” imbuhnya.

Ia juga akan terus mensosialisasikan ke masyarakat tentang manfaat donor darah dan mengapa harus mendonor darah. Dengan sasaran sosialiasi yaitu pemula, karena prospek mereka kedepanya lebih nyata untuk berdonor seperti sekolah, universitas dan juga tempat-tempat umum. “Ya kami berikan penjelasan, seperti kenapa sih kita harus donor, manfaatnya apa dan syarat yang boleh donor gimana, secara umum saja kami berikan pemahaman,” tutur Fajar.

Lanjutnya, dengan cara jemput bola dampak sudah sangat nyata untuk donor darah. Fajar mengatakan, di bulan November 2018 lalu saja PMI Tangsel berhasil meraih 1.600 kantong darah.

Bahkan pada perioder 2019, PMI Tangsel menargetkan 2.000 kantong darah perbulannya. “Dampak dari sosialisasi itu ada. Daya serap kita meningkat dari 1.300 perbulan. Di November kemarin kita bisa menyentuh angka sekitar 1.600. Tapi tetap harus terus meningkat, karena target kita di 2019 yaitu 2.000 kantong perbulan. Dan, insya Allah periode awal tahun bisa kita lalui,” jelasnya.

Ini tak lepas dari Peraturan Wali Kota nomor 14 tahun 2017 terkait pembebasan biaya pengganti pengolahan darah, dan akan diterapkan mulai tahun 2019.

Dengan pengolahan darah yang digratiskan, otomatis warga dapat menggunakan stok darah dari PMI Tangsel yang ada untuk keperluan perawatan medis secara gratis. “Dengan adanya perwal tersebut, otomatis permintaan akan meningkat di Tangsel,” imbuhnya. (hms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here