Home TANGERANG HUB PD Pasar Pantau Kenaikan Harga

PD Pasar Pantau Kenaikan Harga

1
SHARE
PANTAU HARGA: Pejabat Pemkot Tangerang saaat memantau harga sejumlah kebutuhan bahan pokok di pasar tradisional. FOTO: Humas

TANGERANG – PD Pasar Kota Tangerang memonitor harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar sejak awal ramadan. Hasilnya, tak sedikit harga bahan pokok yang sudah naik. Diantaranya bawang merah, bawang putih, cabai rawit, cabai merah dan kentang.

Dirut PD Pasar Kota Tangerang Titien Mulyati mengatakan, dari hasil sidak yang dilakukan PD Pasar menemukan kenaikan beberapa bahan pokok yang naik sejak 29 April. Bahkan kenaikan tersebut merata di seluruh pasar yang ada di Kota Tangerang.

“Ada kenaikan bahan pokok menjelang bulan ramadan. Bahkan setelah ditanya ke pedagang memang ada kenaikan di beberapa bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat,”ujarnya.

Titien menjelaskan, untuk bawang merah dari Rp35 ribu per Kg sekarang sudah naik menjadi Rp38 ribu, bawang putih dari harga Rp40 per Kg saat ini naik menjadi Rp45 ribu, cabai rawit dari harga Rp30 ribu per Kg naik menjadi Rp32 ribu, cabai merah biasa dari harga Rp37 ribu per Kg naik menjadi Rp38 ribu, kentang dari Rp11 ribu menjadi Rp13 ribu per Kg.

“Harga tersebut naik memang dari semingu lalu, sempat turun satu hari akan tetapi per tanggal 29 April kembali naik. Kenaikan itu dari berbagai faktor, salah satunya bawang merah naik karena gagal panen. Untuk itu nanti kita akan menggelar pasar murah agar masyarakat tidak khawatir,”ungkapnya.

Titien mengungkapkan, bahwa PD Pasar juga akan melakukan monitoring selama ramadan. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya kenaikan bahan pokok di pasar yang ada di Kota Tangerang.

“Kenapa saya pilih pasar Anyar, karena pasar Anyar adalah patokan yang masuk dalamĀ  Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional. Dimana jika ada kenaikan di Pasar Anyar maka seluruh pasar di Kota Tangerang juga akan naik,”paparnya.

Selain itu, kata Titien, dirinya juga melakukan monitoring barang-barang yang dijual apakah kadarluasa atau tidak, apakah ada yang menggunakan formalin atau tidak. Jika memang ada maka akan dilaporkan ke Dinas terkait yakni Disprindag dan Juga Ketahan Pangan Kota Tangerang.

“Selain melakukan monitoring harga, tim juga melakukan monitoring barang yang dijual apakah kedaluwasa atau ada zat formalin yang biasa ditemukan di ayam dan juga ikan asin. Jika memang ada maka kami akan merekomendasikan kepada dinas terkait untuk melakukan tindakan,”tutupnya. (mg-9)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here