Home HUKUM Pemilik Toko Ponsel Biayai Teroris

Pemilik Toko Ponsel Biayai Teroris

0
SHARE
KIOS PONSEL: Tim Densus 88 Mabes Polri berjaga saat penggeledahan barang bukti milik terduga teroris, di sebuah kios aksesoris ponsel, Jalan KH Mochtar Tabrani, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (8/5). Tim Densus 88 bersama Puslabfor Mabes Polri melakukan penggeledahan di tempat tersebut dengan mengamankan serta membawa sejumlah barang bukti yang diduga bahan peledak milik terduga teroris. FOTO: Antara Foto/Risky Andrianto

JAKARTA–Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror menangkap dua tersangka tindak pidana terorisme berinisial EY di Duren Sawit Jakarta Timur dan YM alias Kautsar (18) di Bekasi. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo mengungkapkan, keduanya merupakan kelompok teroris Jamaah Ansharut Daullah (JAD) jaringan Bekasi.

Menurut Dedi, kelompok JAD jaringan Bekasi itu masih ada hubungan yang kuat dengan kelompok JAD daerah Lampung. “Keduanya ditangkap pada hari yang sama, pada waktu yang berbeda. Penangkapan dua tersangka ini merupakan pengembangan dari penangkapan sebelumnya terhadap kelompok JAD Lampung,” tutur Dedi, Kamis (9/5).

Dedi juga menjelaskan, tersangka YM alias Kautsar telah direkrut oleh EY yang diketahui merupakan amir atau pimpinan JAD Bekasi, setelah pimpinan JAD Bekasi sebelumnya ditangkap Densus 88. Menurut Dedi, YM alias Kautsar direkrut dengan cara diajak ikut pengkajian, kemudian didoktrin secara berangsur-angsur agar mengikuti jejak EY.

“YM alias Kautsar ini adalah anak muda yang telah direkrut EY, diajarkan cara membuat bom rakitan dan yang lainnya,” kata Dedi.

Dedi juga mengungkapkan, tersangka EY merupakan penyandang dana kelompok teroris Jamaah Ansharut Daullah (JAD) Bekasi. Polisi sendiri baru mengetahui tersangka EY berprofesi sebagai pemilik toko ponsel di wilayah Bekasi.

Menurut Dedi hasil jual-beli ponsel tersebut lebih banyak yang masuk ke kelompok JAD Bekasi untuk modal membeli perlengkapan bom aktf. “Pemasukan setiap hari tersangka EY ini diketahui berasal dari penjualan di toko handphone saja. Jadi melalui penjualan itu, dia mampu membiayai JAD Bekasi dalam melakukan aktivitasnya,” tutur Dedi.

Dedi menjelaskan peran EY selain menjadi donatur JAD Bekasi juga terlibat di dalam pembuatan bom high eksposive atau lebih dikenal dengan sebutan The Mother of Satan yang merupakan bom kimia dengan daya ledak tinggi.

Menurut Dedi, EY sempat beberapa kali melatih anggota JAD Bekasi dan Lampung membuat bom berdaya ledak besar itu. Bahkan, dari 4 bom kimia yang telah dirakit EY, satu bom sudah meledak di Lampung.

“Jadi EY ini juga sekaligus instruktur untuk membuat bom The Mother of Satan. Daya ledak bom ini cukup besar dan bukan main-main ya,” kata Dedi.(ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here