Home TANGERANG HUB Tangsel Masuk Zona Rawan Longsor

Tangsel Masuk Zona Rawan Longsor

1
SHARE
NYARIS AMBLES: Sebuah bangunan rumah di kampung Koceak, Kecamatan Setu, nyaris ambles karena sebagian tanah dari bangunan itu longsor. Ini terjadi beberapa waktu silam. FOTO: Dok. Tangerang Ekspres

SERPONG-Kota Tangsel masuk dalam kategori zona merah rawan longsor. Hal itu diungkap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), setidaknya ada 16 titik wilayah yang berpotensi longsor.

Berdasarkan data peta rawan longsor yang dikeluarkan Bakosurtanal, diketahui kawasan rawan longsor di Tangsel tersebar di sejumlah Kecamatan Pamulang, Ciputat, Serpong, dan Setu.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tangsel, Muhammad Hasyim mengatakan, bencana longsor di wilayah Tangsel tahun ini telah menelan seorang korban jiwa, yakni seorang Balita di daerah Ciputat beberapa waktu lalu.

“Tangsel masuk zona merah daerah rawan longsor. Berdasarkan hasil pemetaan Peta Rupa Bumi Indonesia, sedikitnya ada 16 titik lokasi rawan longsor di Tangsel,” tuturnya, mengutip Okezone.com, kemarin.

Dikatakannya, berdasarkan hasil pemetaan, Kelurahan Lengkong Gudang Timur, Serpong, memiliki 2 titik rawan longsor. Lalu di Kranggan, ada lereng panjang dari daerah Kademangan, Kranggan, dan di daerah Muncul.

“Jadi, di atasnya lereng pemukiman warga, dan di bawahnya juga ada pemukiman warga juga. Jadi ada historisnya, dulu itu sumber galian pasir di Serpong,” ucap Hasyim.

Menurut dia, banyak wilayah di Tangsel yang setelah dieksploitasi untuk tambang dan pengembang, dibiarkan begitu saja menjadi perbukitan, sehingga rawan terjadi longsor kepada dataran yang lebih rendah.

“Jadi, setelah dieksploitasi beberapa lama, ditinggalin dan tidak ada rekayasa teknis. Akhirnya, jadi potensi bencana longsor,” ujarnya.

Wilayah rawan itu juga terletak di perbatasan antara Ciputat dan Serpong. Kondisi alam di sekitar, menjadi rawan longsor karena memiliki kontur tanah tinggi dan bergelombang.

“Di atasnya rumah, di bawah jalan atau tebing sungai. Itu yang kemarin ada kejadian korban jiwa satu. Kalau di Koceak Sengkol, itu sudah beberapa kali dan masih sangat potensi terjadi kembali,” tuturnya.

Di daerah Kranggan, beberapa tebing yang ada bahkan mulai terjadi retakan dan sangat rawan terjadi longsor saat hujan deras kembali mengguyur dan menggerus tanah.

“Kalau itu tebing, di atasnya ada pemukiman warga dan di bawahnya juga. Itu dulunya tempat galian tanah. Yang buat ulah pengembang, tapi kita yang kena,” katanya.

Di wilayah Muncul, longsor terjadi karena warga di pemukiman itu menjual tanah dengan cara dikeruk lapisan atasnya, hingga menjadi seperti tebing yang cukup panjang.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here