Home TANGERANG HUB Pasar Serpong Diguyur Bawang Putih, Stabilkan Harga Selama Puasa

Pasar Serpong Diguyur Bawang Putih, Stabilkan Harga Selama Puasa

0
SHARE
SERAHKAN BAWANG: Wakil Wlaikota Benyamin Davnie (kanan) mengangkat karung berisi bawang bersama pejabat Kemendag di Pasar Serpong, kemarin.

SERPONG-Bulan Ramadan ini harga bawang putih naik tajam. Kondisi ini tidak dibiarkan pemerintah. Karena, bisa jadi menjelang Lebaran harganya akan naik lagi. Untuk menstabilkan harga bawang putih ini, Pemkot Tangsel bersama Kementerian Perdagangan (Kemendag) melakukan operasi pasar plus menggelontorkan 3 ton bawang putih di Pasar Serpong, Sabtu (11/5).

Diketahui, kenaikan harga bawang putih terjadi di sejumlah pasar yang ada di Kota Tangsel. Seperti di Pasar Serpong yang mencapai Rp60 ribu per kilogram dari harga awal Rp32 ribu. Inspektur Jenderal Kemendag Srie Agustina mengatakan, operasi pasar dilakukan untuk menurunkan harga produk hortikultura tersebut.

Dalam operasi kali ini kita menggelontorkan bawang putih sebanyak 3 ton untuk Pasar Serpong. Bawang putih ini dijual dengan harga Rp25 ribu per kg dengan minimal pembelian 20 kg,” ujarnya, Sabtu (11/5).

Srie menambahkan, melalui OP tersebut bawang putih dijual dengan harga Rp 25 ribu per kg di tingkat pedagang. Diharapkan sampai ke tingkat konsumen dijual dengan harga Rp 32.500 per kg. Kemendag akan terus menggelar OP hingga harga bawang putih stabil,” ujar Srie.

Sebelumnya, pada 18 April 2019 lalu Kemendag telah berkoordinasi dengan importir bawang putih dan Pemerintah Propinsi untuk melaksanakan OP di wilayah yang mengalami kenaikan harga signifikan dengan harga sekitar Rp20.000/kg di tingkat pedagang dan sekitar Rp32.500 di tingkat konsumen.

Masih menurutnya, sampai 7 Mei 2019, bawang putih yang telah digelontorkan mencapai 375,8 ton di 13 Propinsi. Yakni, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Riau, Jambi, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Lampung, Bengkulu, dan Kalimantan Timur.

Menurutny, saat ini telah diterbitkan surat perintah impor (SPI) kepada delapan importir dengan jumlah rencana impor sebanyak 115.765 ton. Sampai 8 Mei bawang putih yang masuk ke Indonesia sebanyak 8.265 ton. “Bawang putih ini selanjutnya akan disalurkan ke jaringan distributor masing-masing importir untuk mempercepat proses distribusi ke pasar rakyat,” tambahnya.

Srie menuturkan, untuk menstabilkan harga bawang putih di ritel modern, Kemendag telah melaksanakan rapat koordinasi bersama Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) di Jakarta, Rabu (8/5).

Dalam rapat tersebut disepakati beberapa hal yaitu, APRINDO sebagai pemimpin harga di tingkat ritel diminta menyediakan bawang putih dengan harga Rp35 ribu per kg di tingkat konsumen untuk menekan harga bawang putih di pasar. Serta jumlah bawang putih yang akan disalurkan importir untuk toko swalayan Mei dan Juni 2019 masing-masing sebesar 500 ton.

Selain itu, di ritel modern harga jual bawang putih honan atau sico curah disepakati sebesar Rp35 ribu per kg dan bawang putih kating Rp 40 ribu per kg di gerai anggota APRINDO di seluruh Indonesia yang berlaku mulai 10 Mei sampai 30 Juni. “Harga jual bawang putih honan atau sico di gudang importir sebesar Rp 20 ribu per kg,” tuturnya.

Masih menurutnya, berdasarkan pantau harga di Pasar Serpong umumnya komoditas pangan harganya stabil, stok mencukupi dan ada beberapa barang yang harganya naik. Contohnya, harga bawang merah dari Rp 30 ribu menjadi Rp 25 ribu per kg. Namun, harga daging ayam ada kenaikan harga sedikit dan itu bisa dicermati oleh pembeli.

“Kalau masyarakat beli ayam masih utuh tentu harganya lebih murah dan dapat isinya juga,” ungkapnya.

Sementar itu, Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, selain bawang putih harga komoditas lain di Pasar Serpong dan 6 pasar lainnya terpantau normal. “Bawang merah, cabai dab komiditas pangan lainnya stoknya tersedia,” ujarnya.

Pak Ben menambahkan, di Tangsel ada 7 pasar tradisional dan bila diperlukan akan dilakukan OP untuk komoditi lainnya akan dilakukan. “Kita berharap harga komoditas pangan pada posisi ekonomis di masyarakat, memberikan rasa nyaman pada bulan puasa karena ada kenaikan permintaan,” tambahnya.

Masih menurutnya, dalam OP tersebut Dinas Perdagangan Provinsi dan BPON Banten juga lakukan sampling pemeriksaan 21 jenis komoditas pangan di mobil laboratorium. Hasilnya ada satu barang yakni terasi yang menggunakan zat pewarna rodamin B.

“Pedagang yang kedapatan menjual terasi yang mengandung Rhodamin B ini akan kita bina dulu karena mereka jual dari pedagang besar dan akan ditelusuri lagi mereka dapat dari mana,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel Maya Mardiana mengatakan, Pasar Serpong dipilih dalam operasi pasar karena menjadi barometer pasar di Tangsel. “Kalau harga-harga di Pasar Serpong naik maka harga di pasar lain pasti iku naik,” singkatnya.

Sementara itu, pengkuan dari pedagang di Pasar Serpong, Erni (31) mengatakan, bawang putih sejak beberapa hari jelang puasa jumlahnya terbatas. “Sejak H-3 puasa biasanya Rp 32 ribu sampai Rp 35 ribu per kg tapi, sebelum operasi pasar mencapai Rp 70 ribu per kg,” ujarnya.

Erni menambahkan, bawang putih tersebut ia peroleh dari Bogor, Jawa Barat. Sedangkan harga komoditas pangan lain tetap stabil dan tidak ada kenaikan harga. “Harga cabe rawit merah Rp 40 ribu dan cabe rawit hijau Rp 30 ribu per kg,” tuturnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here