Home OLAHRAGA Kejuaraan Dunia Panahan 2019, Buru Tiket Olimpiade di Belanda

Kejuaraan Dunia Panahan 2019, Buru Tiket Olimpiade di Belanda

0
SHARE
BIDIK TIKET: Atlet panahan Diananda Choirunisa terus menjalani latihan meski menjalani ibadah puasa demi meraih tiket olimpiade. FOTO: JPG

Tim nasional panahan mengincar tiket tmapil di Olimpiade 2020 di Tokyo lebih awal yakni pada Kejuaraan Dunia Panahan tahum 2019 di s-Hertogenbosch, Belanda. Pada kejuaraan yang digelar mulai 10-16 Juni atlet panahan Indonesia mengincar dua tiket lolos.

Sebagai awal, tim nasional panahan terus menggeber persiapan dengan menjalani latihan di Markas Batalyon Kavaleri VII di Cijantung, Jakarta Timur, selama bulan puasa. Latihan di markas militer ditujukan selain untuk menguatkan mental tanding atlet, latihan intensif juga ditujukan guna mematangkan kemampuan teknik. “Walau puasa tapi porsi latihan tetap sama,” kata Diananda Choirunisa pemanah andalan Indonesia.

Pada sesi latihan di Cijantung diungkap Manajer tim panahan, Taufan Tri Anggoro, menjelaskan kejuaran dunia, SEA Games dan Olimpiade, PP Perpani meningkatkan intensitas latihan memanah bahkan hingga menggunakan 500-700 anak panah per hari.

Tujuannya, lanjut dia, untuk melatih daya tahan saat menghadapi pertandingan sesungguhnya yang menggunakan 72 dan 75 anak panah.

Sejauh ini ungkap Taufan pihaknya tengah menyiapkan 24 pepanah di Pelatnas SEA Games 2019 Filipina dan kualifikasi Olimpiade. Sebanyak 16 atlet panahan akan di kirim ke kejuaraan dunia di Belanda termasuk Diananda sedang sisanya adalah atlet persiapan SEA Games di Manila, Filipina, akhir tahun ini.

Para atlet tersebut akan bertanding baik untuk nomor perorangan, beregu dan campuran yang sekaligus untuk persiapan menjelang SEA Games 2019.

Dijelaskan oleh Taufan menuju Tokyo, Federasi Panahan Dunia menyediakan 128 slot, 64 tiket untuk putra dan 64 untuk putri. Dari jumlah itu, enam kuota sudah dipastikan menjadi milik tuan rumah, sementara empat slot dibagikan kepada Tripartitte Commision. Sementara, 118 lainnya diperebutkan melalui proses kualifikasi.

Dalam kejuaraan dunia di Belanda, jika tim beregu berhasil masuk delapan besar dan tim perorangan masuk empat besar, maka mereka otomatis meraih tiket ke Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang.

Namun jika gagal, manajer panahan Pelatnas SEA Games 2019 itu menambahkan para atlet harus berjuang mengikuti kejuaraan dunia lain agar bisa mengantongi tiket Olimpiade.

Kejuaraan dunia panahan lain untuk level Asia dijadwalkan akan dilaksanakan di Bangkok, Thailand, November nanti.

“Target kualifikasi tentu kami inginnya bisa mendapat tiket Olimpiade ke Belanda, khusunya di nomor beregu recurve putra dan putri karena nomor itu yang kami nilai berpeluang.  Beregu itu diambil delapan besar,” kata Taufan, Rabu (15/5).

“Kalau di Belanda sudah dapat artinya di Bangkok (Asian Continental Qualification Tournament) November nanti tak perlu turun lagi,” bebernya.

Selain mempersiapkan untuk turun di kualifikasi, Anggoro juga sudah menyiapkan untuk jadwal training camp di Korea Selatan. “TC rencananya satu bulan mulai Juli. Korea masih menjadi pilihan karena punya sejarah bagus soal panahan,” tutupnya. (apw/dtc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here