Home TANGERANG HUB Pencarian Balita Hanyut Dihentikan

Pencarian Balita Hanyut Dihentikan

1
SHARE
HANYUT: Petugas BPBD dan Basarnas melakukan proses pencarian di Sungai Cipayaeun jasad balita yang terbawa arus air saat hujan deras. DOTO: BPBD Kab Tangerang for Tangerang Ekspres

BALARAJA – Sejak hanyut, Rafiq Safih Fatkurrohman pada Sabtu 11 Mei hingga Jumat kemarin belum ditemukan. Awalnya balita berumur 2,5 tahun itu, bermain dengan kawannya ketika hujan deras di Perumahan  Bukit Gading Balaraja, Kabupaten Tangerang yang berjarak 30 meter dari rumah orang tuanya.

Namun pada sekira pukul 15.00 WIB, Rafiq terpeleset dan jatuh ke drainase yang tingginya sekitar satu meter yang langsung terseret arus deras air. Kejadian ini diketahui ketika kawan Rafiq berteriak meminta tolong kepada warga. Diketahui, orangtua korban saat kejadian hanyutnya Rafiq sedang membersihkan rumah.

Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang Kosrudin, mengatakan, pencarian terus dilakukan sejak hari pertama kejadian hingga Jumat kemarin. “Jasad tidak ditemukan. Namun sudah kita sudahi di hari ke-6 dan tidak diperpanjang lagi. Kita hentikan pencarian,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres melalui sambungan seluler, Minggu (19/5).

Diketahui, saluran drainase di perumahan Bukit Gading Balaraja mengalir ke saluran air induk yang dibuat pengembang. Hingga ujungnya, air mengalir ke Sungai Cipayaeun yang merupakan anak Sungai Cimanceuri.

Sungai Cipayaeun memiliki lebar sekira lima hingga tujuh meter dengan kedalaman bervariasi dari mulai tiga hingga lima meter. Kondisi sungai pada musim hujam memiliki arus yang deras dengan dipenuhi semak belukar pada tepi sungai.

Bagian dasar sungai terdapat lumpur, pasir, hingga sampah yang sudah tenggelam. Serta memiliki kontur banyaknya cekungan pada bagian tepi hingga tengah sungai.

Menurut Kosrudin, medan sungai tidak menjadi kendala dalam proses pencarian sebab dilakukan penyisiran secara menyeluruh. Mulai dari cekungan di dasar sungai hingga semak belukar pada tepi sungai.

“Pada hari ke enam kita sisir mulai dari daratan pada bagian tepi hingga dasar sungai untuk dapat menemukan jasad atau bukti petunjuk adanya jasad korban. Namun dari keluarga sudah mengikhlaskan sehingga pencarian kita hentikan. Tidak ada medan yang sulit namun banyaknya akar pepohonan pada dasar sungai cukup menghambat pencarian,” jelasnya.

Selain itu, pertimbangan usia korban yang masih belia menjadi pertimbangan dihentikannya pencarian yang memasuki hari keenam. Ia menuturkan, secara keseluruhan diterjunkan dari BPBD secara keseluruhan ada delapan orang dengan dua orang menyusuri sungai. Adapun dari Basarnas sebanyak lima orang dengan peralatan menyelam.

“Kita terjunkan dua perahu karet beserta motor untuk pencarian pada permukaan sungai. Tidak hanya itu, ada bantuan dari Basarnas yang peralatannya lebih lengkap dari kita untuk mencari jasad pada dasar sungai. Kita pertimbangkan jasad sudah tidak utuh serta sudah mulai membusuk karena umur korban sekira 2,5 tahun. Selain dari orangtua yang mengikhlaskan. Kita secara resmi menghentikan pencarian,” tukasnya. (mg-10/mas)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here