Home TANGERANG HUB Warga Binaan Dilatih Pemulasaran Jenazah

Warga Binaan Dilatih Pemulasaran Jenazah

1
SHARE
PELATIHAN: Warga binaan Rutan Jambe, Kabupaten Tangerang berpose bersama seusai mengikuti pelatihan pemulasaran jenazah, Minggu (26/5). FOTO: Asep Sunaryo/Tangerang Ekspres

JAMBE — Sebanyak 20 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 Tangerang, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang mengadakan pelatihan pemulasaraan jenazah, Minggu, (26/5).

Pelatihan ini diselenggarakan di Masjid Baitussalam Ruta Kelas 1 Tangerang, yang langsung diberikan oleh pihak Emotional Spiritual Quotient (ESQ).

Kepala Sub Seksi Bantuan Hukum Pelayanan Tahanan, Agus Susilo mengatakan, kegiatan ini bertujuan sebagai pemberian bekal bagi para WBP, pada saat nanti apa bila nanti sudah kembali ke tangah-tengah masyarakat.

“Semoga dengan dibekali pelatihan seperti ini, kelak ketika mereka kembali kepada masyarakat, mereka dapat menggunakan ilmu yang telah didapatkan dari pelatihan-pelatihan di Rutan Jambe,” katanya.

Agus mengakui, antusias warga binaan dalam mengikuti berbagai pelatihan, termasuk pelatihan pelatihan pemulasaraan jenazah patut diacungi jempol. Rasa ingin tahu dari warga binaan begitu tinggi. Hal tersebut bisa dilihat dari berbagai pertanyaan yang diberikan kepada pemateri.

“Satu persatu pemateri menjawab pertanyaan dari warga binaan yang ingin tahu dari proses pemulasaraan jenazah. Warga binaan mengakui, kegiatan tersebut sebelumnya tidak pernah mereka dapatkan. Hanya di Rutan Jambe mereka mendapatkannya,” tegas Agus.

Sementara itu, salah satu WBP yang mengikuti pelatihan pemulasaraan jenazah, Adit (34) merasa senang dengan diadakannya pelatihan tersebut. Menurutnya, pelatihan seperti ini sangat dibutuhkan bagi dirinya dan WBP lainnya.

“Senang dapat pelatihan seperti ini jadi kami punya bekal jika nanti sudah bebas dari sini. Dan semoga dengan bekal ini, jasa kami dapat berguna di masyarakat,” ujarnya.

Kata Adit, meski awalnya ia merasa takut dengan proses pemulasaraan jenazah. Namun rasa ingin tahu yang dimilikinya membuat ia dan rekan-rekannya menjadi berani.

“Warga binaan masa takut saat pemulasaraan jenazah. Harus berani dong,” singknya. (rls/mg-10/mas)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here