Home TANGERANG HUB Belanja Aset Tetap Naik 511%

Belanja Aset Tetap Naik 511%

0
SHARE
PARIPURNA: Pemkab Tangerang menggelar rapat paripurna bersama DPRD Kabupaten Tangerang perihal Raperda LKPJ tahun 2018 beberapa waktu lalu. FOTO: Asep Sunaryo/Tangerang Ekspres

TIGARAKSA – Aset menjadi salah satu indikator kekayaan daerah. Tingginya nilai aset berpengaruh terhadap nilai kekayaan pemerintah. Pada tahun anggaran 2018 Pemkab Tangerang menyiapkan dana sebesar Rp6,948 miliar untuk belanja aset tetap lainnya. Namun realisasinya mencapai Rp35,546 miliar atau melebihi dari anggaran sebesar 511,55 persen.

Saat pidato paripurna pada 10 Juni 2019, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menyebutkan,  secara keseluruhan belanja daerah pada tahun anggaran 2018 sebesar Rp5,32 triliun. Artinya pemerintah telah menghemat sebebesar Rp500 miliar atau 8,45 persen dari penganggaran sebesar Rp5,82 triliun.

Masih dari pidato penyampaian bupati, belanja aset tetap lainnya dapat meningkat disebabkan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Dimana berasal dari transfer pemerintah pusat sebesar Rp5.453 miliar. Selain itu, dana BOS digunakan untuk belanja modal berupa peralatan dan mesin sebesar Rp21,792 miliar.

Kasubdit Kas Daerah Bidang Perbendaharaan Badan Pengelolaa Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Mulyadi mengatakan, belanja aset tetap lainnya dibedakan dari belanja modal berupa barang, peralatan, dan mesin. Hal ini sesuai dengan kebijakan akuntansi pemerintah daerah yang ditetapkan dimana setiap daerah memiliki kebijakan yang berbeda.

“Aset tetap lainnya yakni belanja modal yang memberikan nilai manfaat dalam satu periode diluar dari belanja tanah, bendungan, irigasi, jalan, bangunan, peralatan dan mesin. Barang-barang yang masuk aset tetap lainnya memiliki harga diatas nilai kapitalisasi yang tiap daerah berbeda besaran nilainya,” ujarnya kepada Tanegrang Ekspres, Selasa (18/6).

Berdasarkan data yang dikumpulkan Tangerang Ekspres, pemerintah melakukan belanja barang bercorak kebudayaan diantaranya, pahatan, lukisan, dan alat kesenian. Untuk besaran belanja barang kebudayaan sebesar Rp101,370 juta. Sedangkan untuk pahatan sebesar Rp2,6 juta, belanja lukisan sebesar Rp10 juta. Serta alat kesenian sebesar Rp88,77 juta dari nilai pagu sebesar Rp90,77 juta atau menghemat sebesar Rp2 juta.

Penghemetan terjadi pada belanja aset tetap berupa alat olahraga sebesar Rp96,796 juta dari anggaran sebesar Rp97,66 juta. Serta untuk aset tetap yang berupa renovasi disiapkan anggaran sebesar Rp1,754 miliar. Dimana realisasinya sebesar Rp465,35 juta atau menghemat anggaran sebesar Rp1,289 miliar.

“Aset tetap lainnya seperti belanja buku, barang-barang bercorak kebudayaan, alat peraga atau olahraga, atau renovasi yang masuk kategori diluar dari belanja modal dan barang. Aset tetap ini dapat menambah kekayaan  pemerintah dan nilai manfaat yang bisa dirasakan masyarakat. Adapun kebutuhan tergantung dari program pada masing-masing dinas,” tukasnya. (mg-10/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here