Home PENDIDIKAN Pelepasan Siswa SMP Mahardhika Kecamatan Kresek, Sungkeman ke Orangtua

Pelepasan Siswa SMP Mahardhika Kecamatan Kresek, Sungkeman ke Orangtua

0
SHARE
SUNGKEM: Wisudawan SMP Mahardhika, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, melakukan sungkem kepada orangtua mereka saat acara pelepasan, kemarin. FOTO: Mas Deden Budiman/Tangerang Ekspres

KRESEK – Setiap sekolah memiliki cara tersendiri dalam memaknai, sekaligus memberi warna pada momentum pelepasan siswa usai dinyatakan lulus. Selain kemeriahan acara, muncul pula suasana haru, khidmat, hingga sedihnya arti sebuah perpisahan.

Seperti yang terjadi pada Pelepasan siswa kelas IX SMP Mahardhika, misalnya. Muncul suasana haru tatkala digelar prosesi ‘sungkeman’. Para siswa mencium tangan orangtua mereka, sebagai bakti sekaligus permohonan doa dan restu.

Dalam prosesi itu, sejumlah siswa sampai menguraikan air mata karena tak mampu menahan kesedihan. Orangtua mereka yang ikut hadir, termasuk komite dan pengawas pendidikan juga dibuat haru olehnya. Terhitung, acara tersebut dihadiri ribuan peserta, dari unsur wali murid kelas, komite sekolah, pengawas SMP hingga tokoh masyarakat.

Kepala SMP Mahardhika, Rohmatullah mengatakan, ‘sungkeman’ menjadi bagian acara pelepasan siswa yang rutin digelar. Hal itu sebagai simbol pesan, supaya mereka selalu menyertakan budi pekerti luhur, terutama kepada orangtua maupun gurunya.

”Budi pekerti yang luhur menjadi penting ada dan melekat pada setiap anak didik, yang salah satu momentumnya kami terapkan dalam acara pelepasan siswa ini,” kata Rohmatullah. Dia menjelaskan, pada tahun pelajaran 2018- 2019 ini, ada 60 siswa yang duduk di bangku kelas IX. Kesemua siswa itu dinyakan lulus dan diwisuda.

Lebih lanjut Rohmatullah memaparkan, selain kegiatan ‘sungkeman’, sekolah yang berlokasi di Kampung Pasir Gangsa, Desa Pasir Ampo, Kecamatan Kresek ini, juga menggelar berbagai pentas seni yang merupakan kreativitas siswa.

Mulai dari paduan suara, tari saman, drama, hingga pembacaan puisi yang sangat menyentuh hati wisudawan. Puisi tersebut lagi-lagi membuat orangtua, guru maupun wisudawan ikut menangis bersama. Mengingat puisi itu menceritakan kebersamaan saat menimba ilmu, serta perjuangan kedua orangtua dalam memberikan dukungan kepada anaknya untuk menuntut ilmu di sekolah.

”Acara perpisahan bagi kelas IX, sengaja kami rangkai dengan sungkeman, tujuannya agar wisudawan dan orangtua merasa terharu,” kata Rohmatullah. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here