Home TANGERANG HUB Simulasi Multiple Trauma,  Petugas Kesehatan Tingkatkan Skill Atasi Gawat Darurat

Simulasi Multiple Trauma,  Petugas Kesehatan Tingkatkan Skill Atasi Gawat Darurat

0
SHARE
SIMULASI: Dinas Kesehatan melakukan simulasi multiple trauma kepada para tim medis gawat darurat 119 untuk meningkatkan skill dalam penanganan gawat darurat di Lapangan Sukun, Kamis (27/6). FOTO: Randy/Tangerang Ekspres

TANGERANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang melakukan simulasi multiple trauma untuk meningkatkan skill tenaga kesehatan dalam penanganan gawat darurat. Simulasi dilakukan di Lapangan Sukun, Kamis (27/6).

Dalam simulasi tersebut, tim kesehatan dari 119 menampilkan keterampilannya menangani korban kecelakaan pada kecelakaan lalulintas. Dimana mereka dengan sigap membantu, menangani, serta membawa korban ke rumah sakit atau puskesmas.

Kepala Dinkes Kota Tangerang dr Liza Puspa Dewi mengatakan, simulasi yang dilakukan untuk meng-updrade keterampilan dan skill para tenaga medis dalam penanganan gawat darurat. Hal itu penting dilakukan, agar mereka bisa dengan sigap dan cepat menangani sebuah kejadian gawat darurat salah satunya kecelakaan lalulintas.

“Kita sengaja menggelar simulasi multiple trauma, dimana para tenaga medis gawat darurat skill dan kemampuannya harus di-upgrade. Hal itu, untuk kepentingan mereka ketika menangani sebuah kejadian gawat darurat yang terjadi di Kota Tangerang,”ujarnya.

Liza menambahkan, kegawatdaruratan di Kota Tangerang ada 2 tipe. Tipe pertama yakni ambulance gratis dan ambulance 119. Tipe tersebut ada perbedannya, tetapi fungsinya sama yakni menangani masalah gawat darurat.

“Untuk ambulance gratis, mereka akan melayani kesehatan kegawatdaruratan dari rumah tangga ke faskes tingkat pertama. Sedangkan untuk ambulance 119 akan melayani dari faskes pada saat kecelakaan di jalan dan mereka melihat langsung, bisa ditangani dan dibawa ke ruang gawat darurat puskesmas atau rumah sakit,”paparnya.

Ia menjelaskan, amblunce 119 hanya ada di beberapa zonasi yang ada di Kota Tangerang, diantaranya di wilayah timur, barat dan tengah. Hal itu untuk mempermudah menangani kegawatdaruratan yang parah.

“Di zonasi barat ambulance 119 ada di puskesmas Karawaci Barat, untuk zonasi tengah ada di Puskesmas Cikokol, dan untuk zonasi timur ada di Puskesmas Ciledug. Tetapi untuk ambulance gratis ada disetiap kelurahan yang ada di Kota Tangerang,”ungkapnya.

Liza menuturkan, jika masyarakat membutuhkan bantuan ambulance gratis atau ambulance 119 bisa langsung menghubungi ke call center di (021) 55777135 atau bisa hubungi ke 119. Disana akan ada operator yang menerima dan mengarahkan serta mencari ambulance terdekat.

“Jika masyarakat melihat kejadian gawat darurat atau membutuhkan ambulance dalam situasi gawat darurat, langsung saja hubungi operator yang tersedia. Nanti, operator kami akan dengan sigap membantu masyarakat yang membutuhkan penanganan gawat darurat,”tuturnya.

Terkait masalah penerimaan pasien gawat darurat, kata Liza, semua rumah sakit dan puskesmas di Kota Tangerang sudah bisa menerima pasien gawat darurat. Karena saat ini, semua rumah sakit sudah ada kelengkapan gawat darurat dan tidak ada lagi alesan untuk tidak menerima pasien gawat darurat.

“Jadi, semua rumah sakit harus menerima pasien gawat darurat. Tidak ada alasan lagi menolak pasien gawat darurat, karena sudah kita sosilisasikan. Jika ada yang menolak maka laporkan ke kami,”tutupnya. (mg-9)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here