Home TANGERANG HUB Dindik Canangkan Gerakan Matikan Gadget

Dindik Canangkan Gerakan Matikan Gadget

0
SHARE
IMBAU GURU: Kepala Dindikbud Tangsel Taryono (kanan) memaparkan dampak negatif hp pada anak. FOTO: Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres

CIPUTAT-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel mencanangkan gerakan matikan gadget (telepon genggam) kepada anggota keluarga. Gerakan itu berlaku mulai pukul 18.00 sampai 20.00 WIB tiap hari.

Surat edaran pencanangan dan imbauan tersebut telah dibuat dan ditandatangai Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie 12 Juli lalu.

Kepala Dindikbud Kota Tangsel Taryono mengatakan, surat edaran sudah ditandatangai wakil walikota dan telah disebarkan dan diberikan kepada sekolah dan orang tua siswa.

“Program ini untuk mendukung anak belajar bahwa tiap pukul 18.00 sampai 20.00 WIB masyarakat, khusunya orang tua di rumah agar mematikan gadgetnya agar anak-anak bisa lebih fokus belajar di rumah,” ujarnya, kepada Tangerang Ekspres, Selasa (16/7).

Taryono menambahkan, surat edaran tersebut bentuknya imbauan, bukan aturan yang ada sanksinya. Ia berharap secara bersama-sama orangtua siswa membangun generasi cerdas berkarakter dengan dimulai dari rumah.

Menurutnya, yang namanya pendidikan tentu tidak bisa dilepaskan dari tiga sentra pendidikan, yakni keluarga, sekolah dan masyarakat.

“Ujungnya generasi kita mampu menjadi generasi cerdas berkarakter dan kelak mampu menjadi pemimpin yang hebat di masa mendatang dan mambu membawa bangsa Indonesia lebih baik lagi,” tambahnya.

Mantan Sekretaris Dishub Tangsel tersebut menuturkan, maka tiga sentra tersebut harus bersinergi. Bila semua bisa dilakukan maka akan terbangun ekosistem pendidikan yang kondusif. Bila semua mendukung, sekolah dan pola asuh orangtua berubah dan berikan contoh yang baik kepada anak-anak.

“Kalau mau memberikan contoh dan teladan kepada anak bukan hanya sekadar ucapan dan tingkah laku saja, tapi lebih secara iklas dan hati mendukung,” tuturnya.

Hindarkan pola asuh orang tua yang sifatnya perintah-perintah, sifatnya penekanan-penekanan yang hanya membuat anak terkekan dan tidak senang. “Tapi, dibawa dalam sebuah kesepemahaman bahwa di rumah selama dari pukul 18.00 sampai 20.00 WIB anak fokus belajar dan semua yang ada di rumah tidak nyalakan gadget,” tuturnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here