Home PENDIDIKAN SMK Gapura Pertiwi, Kecamatan Sukamulya Akreditasi Jaminan Mutu Sekolah

SMK Gapura Pertiwi, Kecamatan Sukamulya Akreditasi Jaminan Mutu Sekolah

0
SHARE
AKREDITASI: Tim asesor saat mengunjungi SMK Gapura Pertiwi, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang untuk dilakukan penilaian, Rabu (24/7).

SUKAMULYA – Saat ini peringkat akreditasi sekolah menjadi salah satu indikator bagi orangtua untuk memilih sekolah bagi buah hatinya, untuk mendapatkan pendidikan terbaik. Orangtua sangat memahami sebelum mereka menitipkan anak didiknya ke sekolah, dengan melihat nilai akreditasi sekolah tersebut.

Saat ini sekolah yang sedang melaksanakan akreditasi adalah SMK Gapura Pertiwi, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang. Mereka kedatangan dua asesor Badan Akreditasi Provinsi Sekolah/Madrasah (BAP-S/M). Kedua asesor tersebut terdiri dari Pengawas SMK dan satu dosen Untirta Serang.

Kepala SMK Gapura Pertiwi, Abdulrahman menuturkan, untuk mendapatkan akreditasi sekolah wajib memenuhi delapan standar kelayakan. Delapan standar tersebut terdiri dari standar isi, proses, kompetensi kelulusan, pendidikan dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan terakhir penilaian.

“Akreditasi berlaku selama empat tahun, kemudian harus diperbaharui atau diakreditasi ulang. Hasilnya bisa naik dan turun tipenya,” ujar Abdulrahman, mantan Camat Ciputat Timur, Kota Tangsel.

Lebih lanjut Abdulrahman memaparkan, sekolah yang mendapat akreditas A, berarti mendapat nilai terbaik. Kategori baik B dan C untuk penilaian cukup.

Menurut Abdulrahman, sekolah yang dikomandoinya mengincar kategori B. Meski ia secara pribadi mendambakan kategori A. “Kategori yang kita dapatkan saat ini C. Komitmen kita untuk tahun ini harus meraih kategori B, syukur-syukur kita mampu meraih kategori A,” tegas Abdulrahman, saat ditemui di ruang kerjanya.

Abdulrahman mengakui, persiapan yang dilakukan SMK Gapura Pertiwi dalam menghadapi akreditasi cukup bagus. Ia maupun para wakil kepala sekolah dan juga guru memiliki peran yang tidak jauh berbeda dalam menghadapi tim asesor. Karena pertanyaan maupun penilaian yang diajukan tim asesor, tidak jauh berbeda dengan rutinitas yang dilakukan guru dalam kegiatan pembelajaran.

“Intinya kita mengalir seperti apa yang sudah dilakukan saat kegiatan pembelajaran di sekolah. Alhamdulillah guru-guru kami sangat menguasai peran masing-masing,” tegas Abdulrahman. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here