Home NASIONAL Jamaah Depresi, Ingin ke Puncak Bogor

Jamaah Depresi, Ingin ke Puncak Bogor

0
SHARE
Petugas pembimbing haji mengevakuasi jamaah Indonesia yang tersesat.

Seorang calon haji asal Bekasi, Rohamah diduga depresi, hingga berjalan tersasar ke pemukiman warga Mekkah di kawasan Jiad Mashafi. Kepala Sektor Khusus Petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Muh.Yamin di Kota Mekkah, mengatakan petugas haji pada Sabtu (27/7) sore menerima kabar anggota jamaah Indonesia yang terpisah dari rombongannya.

“Rohamah merupakan anggota jamaah calon haji dari Kloter JKS-65 dari embarkasi Bekasi yang tinggal di hotel nomor 704 di sektor tujuh. Informasi keberadaan jamaah tersebut sebelumnya disampaikan oleh orang setempat,” terangnya kemarin (29/7). Setibanya di lokasi, tiga petugas haji perempuan langsung mengevakuasi Rohamah. Dan saat petugas akan menggendongnya, karena lokasi penemuannya ada di lokasi yang menanjak cukup tinggi. Rohamah menolak dan ingin berjalan kaki sendiri.

Yamin menuturkan setelah berhasil dievakuasi, Rohamah langsung dibawa ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Semula Rohamah tidak mau dievakuasi. Menurut laporan warga setempat, Rohamah sudah berada di pemukiman warga sejak pagi hari. “Nenek Rohamah diajak turun oleh warga setempat tidak mau,” tuturnya. Rohamah selalu bilang ingin naik ke puncak gunung. Yamin menduga anggota jamaah ini mengalami depresi dan shock setelah tiba di Mekkah. “Karena maunya naik puncak gunung. Bilangnya mau naik ke puncak Bogor,” kata Yamin.

Dokter spesialis kejiwaan KKHI Mekkah Dr Herlina Pohan Sp.KJ menuturkan butuh bantuan banyak orang untuk bisa membawa Rohamah sampai ke bangsal perawatan. “Setelah dilakukan pemeriksaan, hasil laboratorium menunjukkan pasien tersebut mengalami gangguan elektrolit,” katanya. Gangguan tersebut dipicu dehidrasi sehingga memicu seseorang menjadi gaduh dan gelisah. “Jamaah ditemukan di bawah terik panas matahari,” kata dia. Perawatan utama yang dilakukan adalah dengan memberikan cairan. Herlina berharap setelah asupan cairannya pulih, Rohamah bisa kembali ke hotelnya. Petugas belum bisa memastikan apakah ada penyakit penyerta seperti diabates atau sejenisnya. Dia menegaskan jika sebatas dehidrasi, maka pemulihannya relatif lebih cepat.

Calon haji lain yang mengalami kegelisahan ketika baru datang di Mekkah adalah Masadah Iksan. Calon haji usia 77 tahun itu berhaji bersama Nakhis, anak sulungnya dan tergabung dalam Kloter SOC-63 embarkasi Solo. Masadah sempat menjalani perawatan sehari penuh di KKHI Makkah Sabtu (27/7). Sebelum pulang ke pemondokan, Nakhis menceritakan ibunya merasa bingung dan ingin cepat pulang. “Pingin ketemu Zamroni. Dia adalah anak bungsu,” ujarnya.

Dia berkali-kali menyampaikan ke Masadah bahwa sudah berada di Mekkah dan sedang melaksanakan ibadah haji. Nakhis mencertakan dia mendarat di Jeddah pada Kamis (25/7) malam. Kemudian Jumat pagi (26/7) melakukan ibadah umrah wajib bersama ibunya. Sabtu pagi (27/7) ibunya mulai gelisah dan terus-menerus meminta pulang karena ingin bertemu Zamroni.

Terpisah, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja Madinah telah menyiagakan 50 petugas dalam rangka menyambut dan melayani jemaah haji gelombang II yang akan mendarat di Madinah. “Semestinya seluruh petugas sudah berangkat ke Makkah, namun karena ada perubahan ini, maka kami menyiapkan 50 petugas khusus untuk empat kloter yang mendarat di Bandara Madinah,” ujar Kepala Daerah Kerja Madinah, Akhmad Jauhari.

Menurutnya, ada empat kloter jamaah haji Indonesia yang semestinya pada gelombang kedua mendarat di Jeddah, namun karena kepadatan yang terjadi di Bandara Malik (King) bin Abdul Aziz Jeddah, maka keempat kloter ini dialihkan pendaratannya ke Bandara Madinah. “Kami sudah mempersiapkan personil-personil yang akan memberikan pelayanan khusus kepada jemaah haji yang 4 kloter ini,” ujarnya.

Setelah mendarat di Madinah, para jemaah haji gelombang II ini akan langsung diberangkatkan ke Makkah dengan mengambil miqat maqani di Bir Ali. “Ziarah di kota Madinahnya akan dilakukan setelah wukuf di Arafah,” terangnya. Sebanyak 150 Ribu Jemah Tiba di Makkah Memasuki hari ke-23 masa operasional haji 1440H/2019M kemarin, Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) melansir lebih dari 150 ribu jemaah telah tiba di Makkah.

Data yang dirilis kemarin (29/7) pukul 19.00 WAS ini menunjukkan sebanyak 388 kloter yang membawa 156.452 jemaah bersama 1.940 petugas penyerta kloter, telah memasuki kota kelahiran nabi ini. “Hari ini seluruh jemaah dari Madinah telah tiba semua di Makkah. Petugas di Makkah akan mulai berkonsentrasi untuk menerima jemaah dari Jeddah, dan memulai persiapan masa puncak haji,” jelas Kadaker Makkah Subhan Cholid, kemarin.

Subhan juga menjelaskan, bahwa pihaknya akan melakukan reformulasi penempatan petugas. Mengingat menurut Subhan, pada hari ini petugas dari Madinah pun akan mulai bergerak ke Makkah. “Kita akan lakukan reformulasi penempatan petugas. Baik untuk pelayanan jemaah di sektor maupun di masjidil haram. Teman-teman petugas Madinah nanti sebagian akan kita tempatkan untuk membantu sekfor khusus di Masjidil Haram,” ungkap Subhan. (ful/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here