Home TANGERANG HUB Eceng Gondok Diolah Jadi Tas Berkelas

Eceng Gondok Diolah Jadi Tas Berkelas

0
SHARE
TAMPIL MODIS: Tiga dara mengenakan tas berbahan eceng gondok dari Situ Cipondoh hasil kreasi Iko Damayanti di stand Festival Cisadane. FOTO: Randy/Tangerang Ekspres

TANGERANG – Iko Damayanti memanfaatkan eceng gondok Situ Cipondoh untuk mewujudkan mimpinya menjadi wirausaha. Ia pun memulai usaha dengan membuat dompet, aneka tas, aneka sandal, box laundry, box serbaguna, tempat tisu, vas bunga, cover pot dan aneka sofa dan kursi.

Di tangan Iko, tanaman yang dianggap hama ini bisa disulap menjadi sumber uang. Di wilayah tempat tinggalnya di Kelurahan Kunciran Jaya, masih banyak terdapat tanaman eceng gondok yang belum termanfaatkan.

Ia menuturkan proses pengerjaan penganyaman membuat tas, keranjang atau pot bunga memerlukan waktu 2-3 jam. Menurutnya bahan bakunya berbeda dengan rotan. Rotan cenderung lebih kaku, sedangkan eceng gondok lebih elastis.

Di era digital, Ieko memanfaatkan media sosial untuk penjualan produknya seperti di akun Instagram @ieko_ratueceng.

Harga produk kerajinan anyaman eceng gondok membandrolnya bervariasi, tergantung dari ukuran. Untuk pouch, harganya berkisar Rp50 ribu sampai Rp100 ribuan. Sementara untuk tas, harganya berkisar Rp100 ribu hingga Rp200 ribu.

Setelah 11 tahun menjalani usaha kerajinan anyaman eceng gondok, Iko kini dapat memiliki omset hingga Rp 30 juta.

“Hasil penjualan itu kan fluktuatif ya, kalo dirata-ratakan kisaran Rp 30 jutaan,” ungkapnya.

Menurut Iko, usaha ini harus dapat terus direplikasikan diseluruh wilayah yang banyak eceng gondoknya. Sehingga bahan baku yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal. Sehingga kerajinan usaha anyaman eceng gondok tersebut dapat bersaing di pasaran.

“Jika enceng gondoknya tidak dimanfaatkan akan menjadi masalah terhadap lingkungan”, kata Iko, wanita kelahiran 1987 yang ikut memamerkan produknya di gelaran festival Cisadane 2019 di stand BPKD.

Menurut Iko, perawatan produk anyaman eceng gondok ini cukup mudah, hanya perlu dijemur di bawah sinar matahari seminggu sekali. Kalau dirawat cukup baik, tas itu bisa bertahan selama sepuluh tahun.

Dengan usaha kerajinan anyaman eceng gondok ini, Iko juga memberikan lapangan kerja baru bagi warga sekitarnya.

Raisa bag brown adalah salah satu produk unggulan Iko si ratu eceng. Tas ini bernuansa warna coklat. Tali kulit sintetis yang dilengkapi dengan gesper pengatur, pompoms menjuntai yang dilengkapi dengan tassel wol sangat cantik dikenakan baik di acara formal maupun nonformal. Tas ini berukuran diameter 20cm dan tebal 10cm .Bagian dalam dilengkapi dengan puring bahan abutai dan kantung kecil.

“Karena Raisya memakai tas berbahan anyaman eceng gondok ini, makanya kita kasih nama tas raisya yang sempet nge-hit”, kata Iko.  (raf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here