Home PENDIDIKAN Pelatihan Wirausaha Siswa Berkebutuhan Khusus, Kembangkan Usaha Mandiri Disabilitas

Pelatihan Wirausaha Siswa Berkebutuhan Khusus, Kembangkan Usaha Mandiri Disabilitas

0
SHARE
BUAT ADONAN: Siswa SKh Negeri 01 Kabupaten Tangerang membuat adonan naget pada pelatihan wirausaha. FOTO: Mas Deden Budiman/Tangerang Ekspres

BALARAJA – SKh Negeri 01 Kabupaten Tangerang, mengembangkan usaha mandiri untuk menampung bakat serta ketrampilan para penyandang disabilitas. Sekitar 10 siswa SMALB SKh Negeri 01 Kabupaten Tangerang, mendapatkan pelatihan dari Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kharisma.

Kepala SKh Negeri 01 Kabupaten Tangerang, Ngatini menjelaskan, berbagai upaya selama ini terus dilakukan untuk mendidik kemandirian anak didiknya.  Pelatihan wirausaha sebenarnya bukan kali ini saja, pola pendidikan yang selama ini dilakukan SKh Negeri 01 Kabupaten Tangerang lebih kepada melatih kemandirian.

Tini menjelaskan, kegiatan seperti ini penting bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Sebab usai masa sekolah terlewati, mereka juga bakal dihadapkan pada dunia kerja. “Kegiatan keterampilan ini bisa dimanfaatkan para siswa nanti untuk membuka usaha sendiri,” tuturnya.

Menurutnya, anak penyandang disabilitas memang perlu dibekali dengan keterampilan khusus agar nantinya bisa membuka lapangan usaha sendiri tanpa perlu mencari pekerjaan. Sebab berbeda anak normal yang memiliki kemampuan memahami materi dengan baik, anak difabel cenderung belajar dengan cara praktik secara langsung.

“Seperti kegiatan membuat kue seperti ini bisa mengasah keterampilan mereka,” ujarnya.

Selain itu, beberapa kendala yang kerap dihadapi seusai pelatihan, lebih kepada kesulitan pemasaran produk. Ngatini merasa bingung hendak memasarkan produk anak didiknya kemana.

Sementara itu, salah seorang pelatih UMKM Kharisma mengaku, mengajar para siswa difabel memberikan pengalaman tersendiri baginya. Meski terkendala komunikasi, dirinya merasa kagum dengan kegigihan anak-anak ini.

“Mereka ada lebih teliti dan rapi. Maunya sempurna seperti yang dicontohkan,” ungkapnya.

Ia berharap dapat menjalin kerjasama dengan mereka jika kelak telah menyelesaikan pendidikannya. “Anak-anak kita ajarkan cara membuat naget. Naget yang sudah jadi bisa mereka bawa pulang, biar mereka senang dan pulang bawa oleh-oleh untuk keluarga di rumah,” pungkasnya. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here