Home OLAHRAGA Persita vs Cilegon United, Gebrak Sejak Awal

Persita vs Cilegon United, Gebrak Sejak Awal

0
SHARE
Pemain Persita Sirvi Arvani (kanan) saat melawan Perserang pekan lalu.

PERSITA Tangerang bakal menghadapi Cilegon United (CU) di Stadion Utama Sport Center Kelapa Dua, sore ini, Jumat (2/8) sore. Yang menarik pada pertandingan ini adalah adu strategi dua pelatih yang dikenal piawai dalam menerapkan permainan sepakbola modern.

Di kubu Persita ada Widodo Cahyono Putro (WCP) yang gemar bermain ofensif dengan pola serangan yang detail. Sementara Bambang Nurdiansyah di CU selain tahu seluk beluk pemain Persita, juga dikenal sebagai pelatih yang pintar mengolah kekuatan minimalis menjadi maksimal. Baca Halaman…4

Menghadapi CU, WCP menegaskan kepada pemain harus respek dengan kekuatan tim Kota Cilegon. Ini mengingat skuat asuhan Banur (sapaan Bambang Nurdiansyah) punya kekuatan untuk meraih kemenangan dan mencetak gol ke gawang lawan. “Ini harus kita waspadai karena kemampuan mereka membuat gol saat tandang menunjukkan pemain yang mereka miliki cukup tajam. Tapi, ini tidak menjadikan kita melakukan penjagaan secara khusus kepada pemain lawan. Kita lebih memilih pemain terdekat untuk bisa menjaga pemain Cilegon United,” ucap mantan pelatih Bali United itu.

Pola permainan yang akan disajikan Persita dijamin WCP akan lebih agresif. Karena ia meminta pemain untuk melakukan serangan sejak menit awal pertandingan. Tujuannya tak lain agar Persita bisa memastikan kemenangan atas CU agar peringkat tim Ungu di klasemen sementara wilayah barat terdongkrak. “Kami bertekad dan pemain juga telah membulatkan tekad agar dapat mengganti poin yang hilang kemarin (versus Perserang). Karena untuk memperbaiki peringkat. Salah satunya kita harus memenangkan pertandingan,” ujar mantan pelatih Sriwijaya FC tersebut.

Sementara fenomena kebobolan lewat penalti yang belakangan selalu dialami Egi Melgiansyah dkk, WCP menyebut sudah mengevaluasi tim. “Saya sudah bicara juga ya berkali-kali. Pemain juga sudah mengerti. Jadi memang di saat kita tertekan dalam kotak penalti, kita harus lebih hati-hati lagi. Apalagi mungkin positioning yang mungkin kurang tepat. Maka itu kita juga sudah berlatih untuk itu dan memperbaiki itu. Tapi yang terpenting, untuk pertandingan besok (hari ini) kita satukan tekad untuk memenangkan pertandingan. Memang tidak mudah, tapi jika kita punya keyakinan ke arah sana Insya Allah kita bisa menang,” tutup WCP.

Target kemenangan juga dikemukakan Annas Fitrianto, yang menegaskan tak mau lagi mengulangi kesalahan yang sama dengan tidak meraih poin penuh saat bermain di kandang sendiri. “Dan untuk besok (hari ini, red), tidak ada pertandingan yang mudah yang kita lewati. Tapi kita sudah berkomitmen dengan pelatih untuk bermain secara maksimal dan all out di depan pendukung untuk memenangkan pertandingan, karena kita tahu pertandingan kemarin kita mendapatkan hasil seri di kandang,” kata Annas.

“Hasil seri lawan Perserang membuat saya dan pemain-pemain lainnya terpacu untuk dapat memenangkan pertandingan. Saya dan teman-teman akan bermain all out dapat Insya Allah memenangkan pertandingannya,” imbuh Annas. Di kubu tamu, Banur menegaskan meski dirinya tahu sebagian besar pemain Persita, tapi tak mau anggap remeh. Apalagi saat ini tim Ungu dilatih WCP yang dikenal sebagai pelatih andal. “Tentunya secara individu beberapa pemain saya tahu kemampuannya. Tapi ini kan sepakbola yang mengutamakan permainan kolektif. Di tangani Widodo saja pasti karakternya berbeda dibanding saat ditangani saya dan Gandul (Wiganda Saputra Asisten Pelatih Persita), pasti akan berbeda. Tapi saya menargetkan tim bisa mencuri poin, minimal satu poin syukur-syukur bisa tiga poin (menang, red),” ulas Banur.

Banur sendiri tetap menginstruksikan pemainnya untuk mewaspadai dua penyerang yang dimiliki Persita saat ini yakni Sirvi Arvani dan Aldi Al Achya. Menurut Banur, kedua pemain ini bisa menimbulkan bahaya di gawang CU jika dibiarkan bebas bermain. Bahkan secara tegas, Banur mewaspadai top skor Persita di kompetisi Liga 2 musim lalu dengan 16 gol Aldi Al Achya. “Dia pemain bagus, makanya dia saya bawa saat melatih Persija. Saya telah beri masukan kepada pemain saya untuk melakukan apa saat dia pegang bola,” tutupnya. (apw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here