Home TANGERANG HUB Telepon dan Jalan Lumpuh

Telepon dan Jalan Lumpuh

0
SHARE
Kemacetan panjang terjadi di Jalan Raya Serpong, arah BSD maupun sebaliknya, Minggu (4/8) malam. Akibat listrik padam, lampu pengatur lalulintas mati, para pengendara saling serobot yang berujung pada kemacetan. FOTO: Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres

Padamnya aliran listrik tidak hanya berdampak pada sektor rumah tangga saja. Di sektor transportasi, seperti perjalanan KRL juga terdampak. Tak hanya itu, sinyal telepon seluler hingga ATM terganggu.

Di Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangsel, dari kemarin siang, sinyal telepon seluler tidak stabil. Bahkan sama sekali tidak bisa menelepon. Komunikasi hanya bisa menggunakan aplikasi Whats app (WA). Itu pun loadingnya lama. Mengirim pesan detik ini, baru sampa ke nomor yang tuju 15 menit kemudian.

Memang masih bisa untuk menelepon nomor provider tertentu saja. Tapi tidak semua bisa. Ada yang bisa, dan ada yang tidak bisa sama sekali. “WA lumpuh, telepon gak bisa tersambung,” ujar Tiya warga Kota Tangerang. Itu terjadi sejak Minggu (4/7) pukul 13.00 WIB. Atau sekitar satu jam setelah listrik padam.

Tadi malam, hanya sebagian listrik di Kota Tangerang yang sudah menyala. Hingga pukul 21.00 WIB, sebagian besar masih padam. Jalan-jalan gelap gulita. Lampu penerangan jalan mati. Lampu pengatur lalulintas mati. Lalu lintas di perempatan jalan diatur para pengamen dan ‘pak ogah’. Kendaraan pun saling serobot. Jalan Raya Serpong kedua arah lumpuh. Macet parah. Kendaraan tak bergerak. Kendaraan saling serobot di traffic Light Alam Sutera dan Gading Serpong.

Sejumlah pedagang kaki lima di Kota Tangerang pun terpaksa tutup. Pedagang mi aceh di Jalan Hasyim Ashari, Cipondoh, tak jauh dari pertigaan Banjar Wijaya, sudah sejak pukul 15.00 WIB menggelar dagangannya. Karena hingga pukul 18.00 WIB, lampu tak kunjung menyala, pemiliknya batal dagang. “Kalau gak ada lampu listrik, gimana mau dagang. Gelap begini,” ujar Syahrul salah satu pelayannya. Minimarket tetap beroperasi karena menggunakan listrik dari genset.

Gangguan pasokan listrik di beberapa daerah juga berdampak pada jaringan beberapa provider. Diantaranya, Telkomsel, Indosat Ooredoo dan XL Axiata. Menurut SVP – Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Turina Farouk, 10 persen jaringan Indosat Ooredoo terkena dampak. Hal tersebut berimbas pada menurunnya kualitas layanan.

“Saat ini tim teknikal kami di lapangan sedang melakukan pemulihan agar pelanggan dapat menikmati kembali layanan kami,”jelasnya, kemarin.

Turina menekankan, pihaknya akan terus memonitor jaringan Indosat agar normal kembali sesegera mungkin. “Untuk itu, kami memohon maaf kepada para pelanggan atas ketidaknyamanan yang dirasakan. Semoga kondisi ini akan segera pulih,”katanya.

Senada, Group Head Corporate Communication XL Axiata Tri Wahyuningsih mengungkapkan bahwa layanan XL juga ikut terdampak. Sehingga terjadi penurunan kualitas layanan. “Untuk itu kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan,”ujarnya.

Dari pihak Telkomsel, Vice President Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin, menyatakan hingga saat ini pihaknhya masih menginventarisir jumlah perangkat jaringan yang terkena dampak penurunan kualitas akibat gangguan listrik tersebut. Telkomsel juga akan memastikan back up power berfungsi secara maksimal. “Kami akan terus melakukan monitor kondisi perangkat jaringan dan memastikan layanan tetap berjalan normal untuk menjaga kenyamanan pelanggan dalam berkomunikasi,”urainya.

Sementara itu, stasiun Tanah Abang terpantau ramai mulai siang hingga sore kemarin. Banyak penumpang memilih menunggu sampai kereta menyala.

Petugas PT Kereta Api Indonesia Daop I Supriyatna berjaga di depan pintu masuk ticketing. Dia menjelaskan, penumpang menumpuk sejak listrik padam pukul 12.00. ”Kita sudah arahkan penumpang untuk ke kendaraan lain juga,” jelas Supriyatna di sela-sela tugasnya kemarin.

Beberapa kali pihak stasiun juga memberikan pengumuman lewat pengeras suara. Sayang, informasi yang diterima penumpang sering miss. Misalnya ketika petugas mengumumkan bahwa kereta belum bisa beroperasi pukul 15.30.

Belum selesai pengumuman, para penumpang yang duduk di lantai stasiun sontak bangkit dan berbondong-bondong ke peron. Para penumpang yang masih di luar pintu masuk pun meringsek masuk, tetapi dihalangi oleh petugas. “Keretanya belum jalan. Kalau mau masuk nggak apa-apa, tapi keretanya belum bisa,” seru Supriyatna menggunakan TOA.

Salah satu penumpang yang meringsek masuk adalah Hindun, 46. Warga Rangkasbitung itu hendak pulang setelah menjenguk saudaranya di Jakarta. Dia memilih bertahan di stasiun karena tidak berani naik transportasi lain. “Takut saya, nggak tahu harus naik yang mana, ke arah mana,” ujar Hindun yang sudah menunggu sejak pukul 13.00. ”Kata petugasnya sekitar pukul 17.00 bisa, ya saya tunggu saja,” lanjutnya.

Penumpang lainnya, Safira Dewi, 19, juga memilih menunggu di depan stasiun. Duduk bergelesotan di lantai bersama ratusan penumpang lain. Dia hendak pulang ke Tigaraksa setelah belanja di Tanah Abang. “Tapi kalau sampai malam belum bisa juga ya terpaksa naik taksi online,” jelas Safira.

VP Corporate Communications PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Anne Purba menyatakan permintaan maaf karena perjalanan komuter tidak lancar. Menurutnya gangguan kereta komuter terjadi di seluruh lintasan Jabodetabek. ”Hal ini sehubungan dengan pemadaman listrik di seluruh wilayah Jabodetabek,” katanya kemarin ketika dihubungi Jawa Pos. Kereta komuter bergantung dari pasokan listrik.

Di sisi lain, moda transportasi udara tidak terganggu dengan listrik padam. Di Bandara Internasional Soekarno Hatta misalnya, listrik dalam kondisi normal. Sehingga tidak mengganggu layanan untuk penumpang. Di sisi udara pun juga tidak ada kendala. ”Sempat terkena dampak gangguan dari PLN. Tetapi langsung terbackup oleh 17 genset, ” ujar Senior Manager Of Branch Communication and Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta Febri Toga Simatupang.

Dia menyatakan sistem kelistrikan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dipasok empat gardu listrik dari PLN. Keempat gardu listrik itu yakni Jakarta Internasional Airport Cengkareng (JIAC) atau Gardu Induk Cengkareng I dan Gardu Induk Cengkareng II serta Gardu Induk Teluk Naga Tangerang dan Gardu Induk Tangerang lama. Selain itu seluruh kebutuhan kelistrikan pun di backup genset serta UPS. Pasokan itu lantar disalurkan ke main power system (MPS) milik PT Angkasa Pura II.

Sementara itu, pemadaman listrik yang terjadi di sebagian wilayah jabodetabek juga yang mengakibatkan terganggunya sebagian layanan ATM. Diantaranya, ATM BCA. Corporate Secretary BCA Jan Hendra mengungkapkan bahwa nasabah tetap dapat melakukan transaksi perbankan melalui layanan elektronik BCA antara lain BCA mobile, Internet Banking, Klik BCA, dan Sakuku BCA. “Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan tersebut,”ungkapnya.

Sedangkan, Bank Mandiri memastikan layanan perbankan utama beroperasi normal karena seluruh jaringan kantor cabang Bank Mandiri memiliki genset untuk memback-up pasokan listrik. Namun, pihaknya memperkirakan beberapa ATM yang berlokasi di luar cabang Bank Mandiri atau di gedung yang tidak memiliki genset, akan mengalami gangguan. “Karena daya tahan baterai (UPS) hanya untuk 1-2 jam,” kata Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas, kemarin.

Rohan mengatakan, Bank Mandiri, saat ini juga terus berkomunikasi dengan berbagai pihak, termasuk pengelola-pengelola gedung untuk memastikan dan memonitoring ketersediaan pasokan listrik untuk ATM dan EDC Bank Mandiri. Untuk layanan mandiri online, dipastikan tetap berjalan normal. Namun, layanan ini juga dapat terimbas jika jaringan seluler di lokasi nasabah terganggu.

“Kami terus memastikan bahwa layanan perbankan Bank Mandiri tetap berfungsi untuk memenuhi kebutuhan transaksi keuangan masyarakat,” imbuhnya. (jpg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here