Beranda TANGERANG HUB Angkot Difasilitasi AC, Sopir Tolak Gaji Rp4,5 juta

Angkot Difasilitasi AC, Sopir Tolak Gaji Rp4,5 juta

0
BERBAGI
ANGKOT BARU: Walikota Arief R Wismansyah mengecek kendaraan angkot yang difasilitasi AC. FOTO: Randy/Tangerang Ekspres

TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang berencana mengganti angkot yang beredar di Kota Tangerang dengan kendaraan yang baru. Selain tampil lebih bagus, juga difasilitasi AC agar penumpang dan sopir lebih nyaman.

Angkot pabrikan Suzuki itu dikenalkan kemarin (8/8), di halaman Puspemkot Tangerang.

Walikota Arief R Wismansyah mengatakan, ini inovasi Pemkot mengatasi kemacetan di Kota Tangerang. Nantinya angkot terkoneksi dengan BRT. Jadi, masyarakat lebih mudah bisa menggunakan angkutan umum ditambah angkot tersebut diselaraskan dengan kenyamanan.

“Angkot ini bisa memberikan kenyamanan kepada penumpang. Angkot yang baru ini beda dengan angkot saat ini. Masyarakat tidak perlu menunggu lama, karena angkot ini nantinya akan jalan langsung tanpa harus ngetem,”ujarnya kepada Tangerang Ekspres di halaman Pemkot Tangerang, Jumat (9/8).

Arief menambahkan, saat ini Dishub Kota Tangerang sedang melakukan sosilisasi kepada para pengusaha angkot dan juga sopir angkot. Mereka akan diberikan gaji setiap bulan dari Pemkot Tangerang sebesar Rp 4,5 juta.

“Kami akan gaji mereka, jadi tidak perlu ngetem atau menunggu penumpang penuh. Intinya mereka hanya membawa penumpang agar bisa terkoneksi dengan BRT, mudah-mudahan ini bisa terealisasi,”paparnya.

Mumin, salah satu sopir yang ikut merasakan angkot baru di halaman Pemkot Tangerang menolak jika digaji hanya Rp4,5 juta. Karena dengan gaji segitu tidak bisa menutupi kebutuhan hidup.

“Saya selama membawa angkot penghasilan Rp4,5 juta masih mendapatkan orderan angkut karyawan kerja. Jadi tidak cukup jika Pemkot Tangerang memberikan gaji segitu dengan membawa angkot yang baru. Kalau masalah mobil tadi saya coba, hanya bedanya ada AC,”ungkapnya.

Mumin berharap, Pemkot Tangerang bisa mengkaji lagi besaran gaji yang akan diberikan kepada sopir. Dengan gaji segitu tidak akan bisa menutupi apa yang menjadi kebutuhan sopir. Belum lagi ada beberapa kebutuahan harganya naik jadi harus direvisi.

“Kalau misalnya lebih dari itu saya mau, tetapi jika sama saja lebih baik saya bawa angkot sendiri,” ujarnya. (mg-9)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here