Home TANGERANG HUB Hari Ini 50 anggota DPRD Kota Tangsel Dilantik, Kebut AKD Usai Dilantik

Hari Ini 50 anggota DPRD Kota Tangsel Dilantik, Kebut AKD Usai Dilantik

0
SHARE
Politisi Golkar Sukarya (kiri) dan Iwan Rahayu dari PDIP menjadi pimpinan sementara DPRD Kota Tangsel untuk pembentukan alat kelengkapan dewan (AKD). FOTO: Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres

KOTA TANGSEL-Hari ini Kamis (29/8) sebanyak 50 anggota DPRD Kota Tangsel periode 2019-2024 diambil sumpah dan janjinya. Pelantikan dilakukan di gedung baru DPRD Kota Tangsel. Sebelum pimpinan definitif diputuskan, lembaga legislatif ini akan dipimpin oleh pimpinan sementara. Dan, informasi yang beredar, pimpinan sementara itu adalah Sukarya dari Golkar sebagai Ketua dan Iwan Rahayu sebagai Wakil Ketua.

Untuk diketahui, dasar penentuan ketua dan wakil ketua sementara DPRD diatur dalam Undang-udang 23/2014 tentang Pemerintah Daerah. Dalam regulasi itu dijelaskan bahwa, pimpinan sementara berasal dari partai politik dengan perolehan kursi terbanyak pertama dan kedua. Saat dikonfirmasi, Sukarya tak menampik jika ia ditunjuk sebagai pimpinan sementara. Namun, ia juga tidak secara gamblang mengakuinya. “Bukan SK, tapi surat ketetapan partai. Tapi, itu ditujukan ke setwan. Nanti juga disampaikan oleh setwan setelah pelantikan,” katanya, di sela-sela gladi resik pelantikan DPRD di gedung Dewan, kemarin.

Sukarya menjelaskan target pimpinan sementara di DPRD Tangsel adalah membuat Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Dalam hal ini, struktur komisi-komisi yang diisi oleh anggota dewan dari utusan partai. “(Jangka waktunya, red) dilihat kondisi. Paling lama sebulan AKD sudah jadi. Tapi, kalau kisruh bisa molor,” katanya.

Pada bagian lain, Iwan Rahayu tidak mengiyakan jika dirinya sebagai wakil ketua sementara. Namun, ia memastikan target pertama pimpinan dewan adalah memaksimalkan waktu untuk membentuk AKD. Apalagi, kata dia, waktu pelantikan ini jedanya jauh dari habisnya masa kerja DPRD periode sebelumnya.

“Intinya bisa langsung bersinergi dengan Pemkot Tangsel,” katanya. Apalagi, kata Iwan, di akhir tahun tugas DPRD melakukan pembahasan APBD murni 2020. Jika tidak segera dibentuk AKD akan mengganggu jalannya pemerintahan daerah. “Di balik itu, ada APBD murni sudah menunggu. Waktunya, sudah di ujung. Belum rapat badan anggarannya saja sebulan. Belum lagi pembahasan komisi, lalu nanti dievaluasi gubernur dan lain-lain,” katanya.

Sekretaris DPRD Kota Tangsel Chairul Soleh mengatakan, persiapan pelantikan anggota dewan sudah matang. Soleh menambahkan, pelantikan akan dilaksanakan sekitar 09.00 WIB sampai dengan selesai. Dalam pelantikan tersebut, anggota dewan terpilih tidak menggunakan pakaian jas baru. Namun, menggunakan jas masing-masing. “Jas baru akan dibuat setelah mereka dilantik. Karena harus ukur badan dulu, termasuk pembuatan seragam lainnnya,” tambahnya.

Mantan Kasatpol PP Kota Tangsel ini menjelaskan, anggota DPRD Kota Tangsel yang akan dilantik nantinya mendapat pin yang terbuat dari kuningan dan bukan emas. “Jadi pin yang dikita berikan kepada anggota dewan baru ini bukan emas namun kuningan,” jelasnya.

Tak hanya itu, sebagai ucapan terimakasih kepada anggota DPRD periode 2014-2019 akan diberikan tanda mata. Tanda mata ini akan diberikan kepada semua anggota DPRD Tangsel periode 2014-2019 tanpa terkecuali.

Ada 50 anggota DPRD Tangsel. Namun, satu orang meninggal dunia, sehingga 49 anggota periode 2014-2019 akan mendapatkan tanda mata. Bagi anggota yang mencalonkan diri lagi dan berhasil memperoleh kursi kembali, mereka tetap mendapatkan tanda mata.

Tanda mata yang akan diberikan adalah uang tunai dan besaran empat kali gaji pokok anggota dewan, yakni Rp 4 x Rp 2,1 juta. “Tanda mata yang akan kita berikan ini berdasarkan ketentuan yang berlaku,” tuturnya.

Pemilihan uang tunai karena dinilai lebih praktis dan lebih bermanfaat. Uang tanda mata yang diperlukan sudah siap karena memang sudah dianggarkan dan akan diberikan saat pelantikan anggota dewan baru mendatang. (esa/bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here