Home TANGERANG HUB Kasus Santriwati Keracunan, Bau Menyengat Kuat di Malam Hari

Kasus Santriwati Keracunan, Bau Menyengat Kuat di Malam Hari

0
SHARE
AMBIL SAMPEL: Petuga UPT Laboratorium DLHK Kabupaten Tangerang mengambil sampel air dari sungai yang berada di belakang Pondok Pesantren Nurul Hikmah, Selasa (3/9). FOTO: Asep Sunaryo/Tangerang Ekspres

PASARKEMIS-Kasus santriwati Pondok Pesantren Nurul Hikmah, Pasar Kemis, masih menjadi misteri. Belum diketahui penyebabnya. Sudah dua kali, belasan santriwati mengalami mual, muntah dan pusing. Mereka harus dirawat di Puskesmas Pasarkemis. Pengurus Pondok Pesantren Nurul Hikmah, Ade Miftahul mengatakan, sering menghirup bau menyengat di sekitar ponpes.

Namun, sejak satrinya mual dan muntah, bau tersebut timbul tidak setiap hari. Akan tetapi intensitasnya makin kuat di malam hari. “Tergantung arah angin. Kalau angin dari arah utara ke selatan, saya mencium bau seperti limbah rumah sakit. Kalau angin bertiup dari selatan ke utara semua orang mencium bau seperti oli atau solar,” katanya kepada Tangerang Ekspres. Ade Miftahul pada Senin (3/9) ikut mendampingi tim Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) mengambil sampel air dan udara di sekitar ponpes. Ada sungai kecil di sekitar ponpes yang diambil sampel airnya. Air di sungai itu terlihat hitam. Ponpes itu sudah berdiri belasan tahun lalu. Kata Miftahul, peristiwa santrinya mual dan muntah masal baru pertama kali terjadi.

Berdasarkan pengamatan Tangerang Ekspres, tak jauh dari Pondok Pesantren Nurul Hikmah yang berada di Kampung Bugel RT01/01, Desa Pangadegan, Kecamatan Pasar Kemis banyak berdiri pabrik. Ada sekitar tujuh pabrik. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang belum bisa menyimpulkan penyebab para santri mual dan pusing. Kadinkes dr. Desriana Dinardianti mengatakan, santriwati tersebut belum bisa dinyatakan keracunan. Sebab, DLHK masih meneliti penyebab dari peristiwa yang dialami para santriwati. “Belum bisa disimpulkan mereka mengalami gejala apa. Karena hasil pemeriksaan laboratorium air dan udara belum keluar,” katanya saat dihubungi Tangerang Ekspres, Rabu (4/8).

Sementara, Kepala Bidang Pencegahan Penyebaran Penyakit (P2) Dinkes Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmidzi mengatakan, sudah menerima laporan rekam medis pasien dari puskesmas. Ia mengungkapkan, sebanyak 11 orang diantaranya merupakan pasien yang sudah pernah dirawat sebelumnya. “Mereka melaporkan ada kasus pasien yang masuk 15 orang sedangkan 11 orang diantaranya merupakan yang sebelumnya mengalami gejala mual dan muntah,” katanya melalui sambungan seluler.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here