Home TANGERANG HUB Menolak Ditandai Keluarga Miskin, Penerima PKH Mundur

Menolak Ditandai Keluarga Miskin, Penerima PKH Mundur

0
SHARE
MENOLAK: Siti Badriah (berjilbab) menunjukkan surat pernyataan mundur sebagai penerima bantuan program keluarga harapan (PKH) karena tak mau ditandai keluarga miskin. FOTO: Randy/Tangerang Ekspres

TANGERANG – Warga mampu yang masih menerima Program Keluarga Harapan (PKH) harus punya malu. Karena program tersebut diperuntukan warga miskin.

Seperti di Kota Tangerang yang secara sadar ada warga yang mundur sebagai penerima bantuan dari pemerintah pusat. Karena merasa sudah mandiri secara ekonomi. Yaitu, Siti Jubaidah, warga RW 07, Kelurahan Neglasari, yang memutuskan berhenti mendapatkan bantuan.

Saat diverifikasi lapangan oleh petugas Dinsos bersama pegawai kecamatan, Siti Jubaedah langsung menyatakan tidak mau dipasang label dan memilih mengundurkan diri. Karena dia juga menyadari secara sadar seharusnya dia tidak menerima.

Tanpa paksaan, dengan kemauannya sendiri, wanita tiga anak ini bersedia digraduasi dan menandatangani pemberhentian. Karena saat ini dirinya sudah memiliki rumah yang layak, kendaraan roda empat serta lima kontrakan.

“Saya sudah terima sejak 2016, beras telur dan uang setiap bulannya. Saya terima dari Kementerian Sosial. Kalau sekarang harus dicap “Keluarga Miskin” saya tidak mau,” akunya.

Ia pun menyatakan, secara sadar mengetahui bantuan yang diterima dari Pemerintah sudah tidak pantas dia dapatkan lagi.

“Malu lah saya dengan tetangga, apalagi kalau keluarga saya datang ke rumah, apa kata mereka,” ungkap Siti Jubaidah saat dilakukan verifikasi ke rumah keluarga penerima manfaat oleh Dinsos, Camat dan Lurah, Selasa (3/9) lalu.

Dinas Sosial akan menandai “Keluarga Miskin” kepada penerima bantuan secara berkala di 13 kecamatan. Sebagai tahap pertama, Kecamatan Neglasari menjadi lokasi verifikasi pertama.

Plt Kepala Dinsos Suli Rosadi menuturkan, program ini bertujuan memverifikasi secara lebih jelas target penerima bantuan yang lebih tepat sasaran. Mengurangi pihak-pihak yang tidak layak menerima namun pura-pura miskin. Sehingga selanjutnya, semua bantuan yang dikucurkan bisa tepat sasaran.

“Saya pun berharap, masyarakat Kota Tangerang yang tidak layak menerima bantuan untuk proaktif terhadap program ini. Sehingga jumlah kemiskinan serta bantuan yang dikucurkan baik dari Pemerintah Kota Tangerang maupun pusat bisa lebih tepat sasaran,” harapnya.

Untuk diketahui, sejak dilakukan verikasi lapangan data oleh petugas gabungan dari Dinsos, Camat dan Lurah dalam beberapa hari terakhir, tak kurang dari 50 keluarga telah mengundurkan diri dari daftar penerima manfaat PKH. (mg9)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here