Home TANGERANG HUB BSD Jadi Tuan Rumah Turnamen e-Sport Asia

BSD Jadi Tuan Rumah Turnamen e-Sport Asia

0
SHARE
TURNAMEN E-SPORT ASIA: Ribuan penonton menyaksikan turnamen Free Fire Asia Invitation di Ice BSD City, Tangerang. FOTO: Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres

SERPONG-BSD City bekerja sama dengan Garena Indonesia menggelar turnamen Free Fire Asia Invitational (FFAI) 2019 di ICE BSD City, Jalan BSD Grand Boulevard Maxwell Raya, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Sabtu (7/9).

Turnamen e-Sport Firee Fire (FF) ini, diikuti oleh sejumlah tim profesional dari negara-negara di Asia, seperti Indonesia, Thailand, China Taipei, Vietnam, India, Singapura dan Malaysia, serta negara Middle East (Timur Tengah) dan North Africa (Afrika Utara) yang disingkat MENA yang diwakili Maroko.

Dalam turnamen ini, Indonesia menurunkan tiga tim, yaitu RRQ Poseidon, EVOS Roar, dan Island Of God.

Mereka bersaing untuk memenangkan total uang tunai USD 50,000 (setara dengan 713 juta Rupiah).

Project Leader Digital Hub Sinar Mas Land, Irawan Harahap mengatakan, saat ini industri e-Sports sedang menjadi fenomena global dan juga berkembang dengan sangat pesat di Indonesia. Sinar Mas Land turut mendukung turnamen game online bergengsi ini.

“Kami sangat bangga dapat menjadi tuan rumah kompetisi game online bergengsi ini. Game online merupakan hal yang populer di kalangan anak muda Indonesia dan dapat menjadi sarana kegiatan positif dalam memanfaatkan teknologi digital,” ujar Irawan.

Menurutnya, untuk menghasilkan ekosistem digital yang lebih kuat, pihaknya berperan mendukung berbagai gelaran atau turnamen esports khususnya yang diselenggarakan di BSD City.

“Tidak hanya itu, bentuk dukungan kami terhadap pekembangan e-Sport di Indonesia juga kami telah mendedikasikan satu kawasan khusus sebagai wadah berkumpulnya komunitas digital yaitu Digital Hub,” imbuhnya.

Sementara, Yonas Yasahardja, Group CEO Associates Sinar Mas Land mengatakan, turnamen tingkat internasional ini, tentunya berdampak pada kemajuan BSD City.

“Jadi tentu kita support event ini. Tak hanya itu, di luar event ini, kedepannya kita juga akan mengadakan event lainnya, seperti minggu depan kita adakan Pubg, dan lainnya,” katanya.

“Kita hanya men,,-support menyediakan fasilitas seperti ini. Apalagi kalau turnamen yang pesertanya dari luar negeri, tentu butuh tempat yang enggak kecil,” tambahnya.

Christian Wihananto, Country Producer Garena Free Fire menjelaskan, sejak diluncurkan tahun 2018, Free Fire telah menorehkan berbagai prestasi.

“Sebut saja seperti Google Play User’s Game Choice 2018, FFWC 2019 sebagai turnamen e-Sports mobile dengan jumlah penonton Youtube (concurrent view) terbanyak di dunia, dan Rekor Muri untuk FFIM 2019 sebagai pertandingan eSports battle royale dengan jumlah peserta terbanyak di Indonesia,” jelas Chris.

Bahkan, hingga kini FF masih menduduki posisi pertama untuk game dengan kategori top grossing di Google Playstore.

“Hal ini membuktikan bahwa FF masih mendominasi pasar battle royale di Indonesia,” pungkasnya.

Tim Asal Indonesia Juarai Free Fire Asia Invitational 2019

Tim e-Sport asal Indonesia, Island of God (IOG), kembali menunjukkan taringnya di mata dunia. Kali ini, bendera Indonesia berhasil berkibar di kejuaraan bergengsi Free Fire Asia Invitational 2019.

Setelah mengalahkan 12 tim, IOG berhasil mengangkat trofi kemenangan dan berhak membawa pulang hadiah uang tunah sejumlah Rp713 juta.

Dari delapan ronde yang dimainkan, tim IOG yang terdiri dari Cavella, Rul’s, Hen’st, dan Kids (nickname dalam game) itu, sempat keteteran di awal baban.

Sampai akhirnya mereka baru terlihat menunjukkan skillnya di ronde keempat. Mereka langsung berhasil mendapatkan “Booyah” (sebutan untuk juara satu dalam pertandingan Free Fire) di babak ke 4 dan 5.

Perwakilan Indonesia lainnya, Evos Roar yang memegang tittle sebagai juara dunia, harus cukup puas di peringkat ke-3, sedangkan RRQ Poseidon hanya berada di urutan ke-10.

Meski demikian, Hasan tetap puas dengan hasil dan permainan yang telah ditunjukkan dari ketiga tim asal Indonesia tersebut.

“Tetap puas, juara tetap berada di tangan Indonesia. Artinya kan Indonesia masih punya taring di Internasional, khusus pada game Free Fire ini,” pungkasnya. (ril)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here