Home TANGERANG HUB Pawai Taaruf MTQ X Kota Tangsel, Unjuk Potensi Kecamatan dan OPD

Pawai Taaruf MTQ X Kota Tangsel, Unjuk Potensi Kecamatan dan OPD

0
SHARE
NAIK REOG: Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie (kiri) dan Sekda Tangsel Muhamad (kanan) diangkat ke atas kepala Reog saat pawai taaruf MTQ X Kota Tangsel di depan Masjid Nur Asmaul Husna, Serpong Utara. (foto kiri) Tim Drumband Satpol PP beraksi di depan panggung kehormatan, kemarin. FOTO: Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres

SERPONG UTARA-Ribuan peserta meramaikan pawai Taaruf dari lapangan sepak bola Paku Jaya menuju Masjid Nur Asmaul Husna, Serpong Utara, Senin (9/9). Pawai taaruf ini dilakukan sebagai pembuka kegiatan Musabqah Tilawatil Quran (MTQ) X tingkat Kota Tangsel yang dilaksakan 9-12 September.

Tahun ini, Serpong Utara menjadi tuan rumah penyelenggaraan MTQ dengan tema “mewujudkan persautuan dan kesatuan menuju masyarakat religius” ini. Pelaksanakan Pawai Taaruf dengan peserta berasal dari unsur organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan dan kelurahan, organisasi masyarakat, serta pelajar se-Kota Tangsel.

Pantauan Tangerang Ekspres di lokasi, start pawai diawali di perempatan Paku Jaya menuju panggung kehormatan di depan Masjid Nur Asmaul Husna, dengan jarak sekitar 1,7 KM. Peserta pawai taaruf berjalan berkelompok sesuai dengan OPD masing-masing dan menampilkan keunggulan dari kecamatannya.

Iring-iringan peserta pawai tampak mengluar. Ornamen mulai dari kendaraan hias, delman, ondel-ondel dan atraksi lain tumpah di Jalan Bhayangkara. Suara marching band juga mengiringi iring-iringan tersebut.

Ketua Harian Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Tangsel Sobron Zayyan pengatakan, peserta MTQ tahun ini berjumlah 420 peserta dan ditambahkan dua cabang perlombaan baru, sehingga sehingga jumlahnya sekitar 500.

“Kafilah masing-masing kecamatan ada 58 peserta dan ditambah dua cabang baru jadi 60 peserta per kecamatan,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Senin (9/9).

Sobron menambahkan, MTQ X ini total ada 13 cabang yang diperlombakan, seperti tilawah, tahfiz, tafsir dan lainnya. Selain itu, LPTQ juga mengerahkan 35 panitia dan 135 dewan hakim. Dengan adanya MTQ ini, LPTQ ingin lebih memasyarakatkan alquran.

Dengan adanya MTQ diharapkan bisa meningkat kualitasnya, sehingga gaungnya terlihat oleh masyarakat dan bermanfaat untuk warga Kota Tangsel. Target LPTQ adalah supaya pengembangan secara nasional agar dakwah Alquran dirasakan bukan hanya cabang-cabang tertentu tapi, semua ilmu Alquran diserap masyarakat. “Ini diharapkan bisa menjadi motivasi warga untuk belajar terus,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, pawai taaruf dilakukan sebagai pembuka MTQ X tingkat Kota Tangsel. “Dalam pawai ini ditampilkan beragam potensi dari tiap kecamatan di Kota Tangsel, mulai dari potensi alam, sumber daya manusia (SDM) dan lainnya,” ujarnya.

Pak Ben menambahkan, ia melihat antusiasme kelompok masyarakat, sekolah dan lainnya sangat baik dan optimis MTQ tahun ini akan sukses. Potenai pertanian ditempalkan meskipun Kota Tangsel bukan daerah pertanian tapi hasil-hasil pertnaian holtikultura ditampilkan dengan dahsyat.

“Termasuk antusias kelompok-kelompok pengajian dan ini sebagai potensi SDM, budaya persilatan yang merupakan budaya bangsa juga kita ditampilkan,” tambahnya.

Mantan pegawai Pemkab Tangerang ini berharap, pelaksanaan MTQ ini akan sukses dan dihasilkan qori dan qoriah yang bagus untuk untuk persiapan MTQ Banten tahun depan. “Kita ingin pertahankan juara MTQ Banten tahun depan,” tuturnya. (bud/esa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here