Home TANGERANG HUB Benyamin-Muhamad, Bertarung Berebut Banteng

Benyamin-Muhamad, Bertarung Berebut Banteng

0
SHARE
Benyamin Davnie (kiri), Muhamad (kanan).

SERPONG UTARA-Pilkada Kota Tangsel sudah mulai memanas. Ini setelah dua petinggi Pemkot Tangsel menyatakan maju dalam bursa perebutan kursi walikota. Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie sudah jauh-jauh hari menyatakan diri siap bertarung di pilkada. Sekda Kota Tangsel Muhamad yang sebelumnya masih malu-malu, akhirnya ikut bertarung. Kepastian ini, setelah Bang Ben (panggilan Benyamin Davnie) dan Muhamad ikut dalam penjaringan calon walikota dan wakil walikota yang digelar DPC PDIP Kota Tangsel.

Pertarungan awal Bang Ben dan Muhamad akan diawali di DPC PDIP. Keduanya akan berebut tandatangan dukungan dari partai banteng moncong putih tersebut. Bang Ben mengatakan, sangat serius mengikuti penjaringan calon walikota yang dibuka PDIP. “Persyaratan sudah saya penuhi. Saya akan mengikuti langkah berikutnya,” ujarnya usai mengembalikan formulir pendaftar di sekretariat DPD PDIP Kota Tangsel, Selasa (17/9).

Pak Ben menambahkan, meskipun dua anak buahnya, Sekda Muhamad dan Tomy Patria (lurah Cipayung) serta yang lainnya banyak yang maju, ia mengaku tidak takut bersaing. Hal itu, kata Bang Ben, membuktikan Kota Tangsel “seksi” dengan sumber daya yang dahsyat. Baik materil dan SDM-nya luar biasa.

“Siapa yang baik programnya silakan disajikan. Saya tidak takut bersaing dan siap menang atau kalah,” jelasnya.

Meskipun ada dua ASN dan termasuk dirinya maju, namun, ia yakin ASN di Kota Tangsel tetap kondusif. ASN harus netral dan menggunakan hak suaranya pada tempatnya. Menurut Bang Ben, bawaslu nantinya akan menegakkan aturan sekuat-kuatnya dan ia percaya sama lembaga itu.

“Politik jangan sampai menciderai persahabatan dan perpecahan. Saya yakin hubungan saya akan tetap baik dangan Tomy, Muhamad dan juga Siti Nur Azizah,” ungkapnya.

“ASN di Kota Tangsel sudah sangat matang dan sudah berpengalaman dalam Pileg, Pilpres dan pilkada akan menegakkan aturan dengan tegas agar ASN netral,” tuturnya.

Seusai mengembalikan formulir, Muhamad mengatakan, mengembalikin sendiri formulir pendaftaran penjaringan yang dilakukan PDIP, sebagai bukti keseriusannnya mencalonkan diri sebagai calon walikota. “Saya siap nyalon dan ini baru tahap awal. Kalau sudah dapat partai pengusung saya baru akan lapor walikota dan akan mengajukan pensiun dini dari ASN,” ujarnya, Selasa (17/9).

Muhamad menambahkan, bicara demokrasi tidak ada lawan. Menurutnya, siapapun boleh maju. Ia mencontohkan banyak daerah yang bupati dan bawahan pecah karena pilihan berbeda.

“Ini sebagai otonomi daerah dan hak masyarakat berdasarkan aturan. Di lapangan kita tetap jaga kondusifitas,” tambahnya.

Masih menurutnya, visi misi kedepan yang diusungnya adalah pelayanan dan kesejahteraan. Semua masyarakat harus dilayani. “Kalau bicara sejahtera maka semua masyarakat harus sejahtera. Saat ini ada masyarakat yang sudah sejahtera dan juga belum sejahtera.

Motivasi saya maju adalah mengabdikan diri untuk menyejahterakan dan bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Muhamad mengaku pilihannya maju di Pilkada Tangsel 2020 telah melalui pertimbangan yang matang. Terlebih dirinya masih memiliki kesempatan enam tahun lagi bekerja sebagai ASN.

“Saya pensiun enam tahun lagi. Tapi ini demi Tangsel yang lebih baik lagi ke depannya,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Tomy Patria mengatakan, rencana mau mundur dari ASN secepatnya akan dilakukan setelah semua administrasi sudah penuhi. “Bila bicara pertarungan calon walikota, tidak bicara lagi soal atas dan bawahan,” ujarnya.

Tomy menambahkan, ASN harus tetap solid, kompak dan tidak terpecah. Siapapun yang menjadi walikota akan tetap didukung dan dibantu. “Kalau saya dipercaya menjadi walikota, gebrakan yang akan saya lakukan dalam birokrasi adalah soal SDM. Kalau SDM berkualitas maka Kota Tangsel akan maju,” tutur Lurah Cipayung ini. Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tangsel Wanto Sugito mengatakan, siapapun yang menang dan merebut kekeuasaan di Kota Tangsel jangan sampai lupa dengan rakyat. “Sejatinya karena PDIP membumikan ajaran Bung Karno, siapapun yang berjuang bersama PDIP harus memperjuangankan Kebhinekaan, APBD pro rakyat dan perjuangkan aspirasi rakyat,” ujarnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here