Home TANGERANG HUB Berawal dari PHK Massal, Dirikan Kampung Gegana, Sentra Makanan Ringan

Berawal dari PHK Massal, Dirikan Kampung Gegana, Sentra Makanan Ringan

0
SHARE
Lurah Cipondoh Makmur Boyke Urif bersama warga RW 7 di kampung Gegares Dimana-mana (Gegana).

Tak usah putus asa usai dipecat dari perusahaan. Masih banyak cara untuk menjalani hidup. Salah satunya dengan membuka usaha sendiri. Menjadi pengusaha, meski kecil-kecilan. Ini yang menjadi inspirasi warga RW 7 Kelurahan Cipondoh Makmur, Kecamatan Cipondoh mendirikan kampung Gegana.

Di kampung tersebut, banyak warga yang berjualan makanan ringan dan memproduksinya. Dari kemandirian dan usaha yang tak mengenal lelah ini, warga mampu hidup mandiri. Berangkat dari kehilangan pekerjaan akibat pemberhentian massal, warga RW 7 Kelurahan Cipondoh Makmur, membuat lingkungannya menjadi kampung Gegares Dimana-mana (Gegana) sebagai kampung tematik. Dalam kamus besar bahasa Indonesia ‘Gegares’ berarti makan banyak-banyak alias rakus. Sesuai namanya, di dalam kampung tersebut banyak dijual makanan ringan. Diharapkan, banyak warga dari kampung lain datang untuk berbelanja memilih makanan yang diinginkan.

Warga kampung Gegana, membuat warganya mandiri dengan berjualan makanan dan juga memproduksi aneka makanan ringan. Bahkan penjualannya hingga ke luar negeri. Karena itu, kampung Gegana menjadi kampung tematik yang disajikan untuk masyarakat Kota Tangerang yang ingin mencicipi aneka makanan. Lurah Cipondoh Makmur Boyke Urif mengatakan, kampung Gegana berawal dari adanya PHK massal dari perusahaan keramik. Semenjak itu, warga bangkit untuk mencoba berjualan makanan dan memproduksi makanan ringan yang dimulai sejak 2015 hingga saat ini.

“Jadi kampung Gegana ini hadir untuk memanjakan warga Kota Tangerang dengan aneka macam makanan ringan, maupun makanan berat. Dimana, makanan yang dibuat hasil produksi sendiri dan bukan dari hasil beli di tempat lain, “ujarnya saat ditemui Tangerang Ekspres, Kamis (19/9). Boyke menambahkan, tidak hanya dijual di sekitar rumah warga, makanan yang di produksi warga sekitar juga di distribusikan ke sekolah dan juga pasar yang ada di Kota Tangerang. Bahkan abon dan bawang goreng dijual sampai ke Arab Saudi dan juga kota besar yang ada di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here