Home TANGERANG HUB Anggaran Kesehatan Perlu Ditambah, Tak Mencapai 10 Persen dari RAPBD 2020

Anggaran Kesehatan Perlu Ditambah, Tak Mencapai 10 Persen dari RAPBD 2020

322
0
SHARE

TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang hanya mengalokasikan anggaran kesehatan sebesar Rp385,17 miliar pada Rancangan APBD 2020 sebesar Rp Rp 4,39 triliun.  Anggaran tersebut dinilai belum sesuai dengan Permendagri No 33 Tahun 2019 yang mengamanatkan anggaran kesehatan untuk masyarakat harus 10 persen dari APBD. Tetapi saat pengajuan ke DPRD Kota Tangerang, hanya 8 persen dari APBD 2020 mendatang.

Sekertaris Fraksi Nasdem Prawanto mengatakan, anggaran untuk kesehatan yang diajukan Pemkot Tangerang tidak sesuai dengan Permendagri.  Anggaran kesahatan hanya Rp385,17 miliar jika dipersentasekan hanya 8 persen dari APBD.

“Kalau kita cermati dengan baik, anggaran untuk kesehatan harusnya 10 persen dari APBD. Tetapi kenapa Pemkot Tangerang menganggarkan 8 persen, itu tidak sesuai dan masih dibawah standar untuk masalah anggaran kesehatan,”ujarnya saat ditemui Tangerang Ekspres, kemarin.

Prawanto menambahkan, anggaran kesehatan di Kota Tangerang harusnya bisa lebih tinggi dari persentase. Fraksinya meminta untuk mengevaluasi lagi biaya kesehatan untuk masyarakat Kota Tangerang.

“Jadi masalah anggaran kesehatan itu harus benar diperhatikan, jangan sampai anggaran kesehatan tersebut tidak sesuai. Jangan sampai jadi sebuah masalah kedepannya karena kesehatan penting bagi masyarakat Kota Tangerang,”paparnya.

Ia menuturkan, saat ini juga Pemkot Tangerang juga sudah mengalokasikan anggaran untuk BPJS Kesehatan. Artinya, jangan sampai warga tidak mampu tak merasakan fasilitas kesehatan dari Pemkot Tangerang,

Ia berharap, anggaran bisa mencapai 10 persen untuk kesehatan di Kota Tangerang agar tidak ada masyarakat yang kesulitan mengakses kesehatan. Maka itu kata dia harus dipikirkan dengan matang.

“Masalah kesehatan di Kota Tangerang ini sudah cukup baik, jangan sampai hanya berubah nilai pelayanan kesehatan juga berubah. Makanya kami menolak dan harus dilakukan kajian terlebih dahulu serta direvisi terlebih dahulu,”pungkasnya. (mg9)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here