Home TANGERANG HUB Waspadai Sebaran Rabies, 455 Hewan Penular Rabies Divaksin

Waspadai Sebaran Rabies, 455 Hewan Penular Rabies Divaksin

283
0
SHARE

SERPONG-Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Tangsel melakukan berhasil memberikan vaksin kepada 455 hewan penyebar rabies. Ada empat hewan yang diberi vaksin rabies, yakni kera, kucing, anjing dan musang selama Gebyar Vaksinasi Hewan tersebut.

Kegiatan itu dilakukan dari 10 September sampai 1 Oktober 2019 di 7 kecamatan. Kepala Puskeswan pada DKP3 Kota Tangsel, Pipit Surya Yanuar mengatakan dari 455 hewan yang berhasil divakasin didominasi oleh kucing. “Meskipun ada beberapa hewan yang tidak bisa divaksin karena demam dan belum cukup umur namun, jumlah ini luar biasa,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Selasa (1/10).

Pipit menambahkan, jumlah hewan yang divaksin melebihi dari yang ditargetkan. Hewan yang telah diberi vaksin agar diistirahatkan dan diberikan makanan yang baik. Setelah vaksinas selesai, pemilik hewan diharapkan tetap memberikan vaksinasi rabies satu bulan kemudian.

“Masyarakat bisa membawa hewan kesayangannya untuk divaksin rabies ke klinik hewan atau ke Puskeswan. Selama belum ada Perda retribusi maka tidak ada biaya pemberian vaksis rabies bila dilakukan di Puskeswan,” tambahnya.

Masih menurutnya, kegiatan vaksinasi gratis itu bertujuan untuk membebaskan wilayah Kota Tangsel bebas dari rabies berdasarkan instruksi dari gubernur, dan hari bebas rabies dunia 28 September lalu. Dalam menjalankan program vaksinasi tersebut, petugas menggunakan vaksin berjenis Rabivet Supra 92.

“Vaksin ini ampuh mencegah penyakit rabies pada anjing, kucing, kera, dan musang. Selain itu vaksin yang digunakan ini juga disarankan oleh Kementrian Pertanian Republik Indonesia,” tuturnya.

Pipit menjelaskan, vaksinasi dilakukan di halaman kantor kecamatan. Tiap kecamatan ditargetkan 20 ekor hewan diberi vaksinasi. Namun, jumlah masyarakat yang membawa hewan kesayangannya melebihi target.

Vaksinasi rabies lebih diberikan kepada masyarakat yang tinggal di permukiman. Pasalnya, warga di perkampungan masih enggan atau tidak mengetahui pentingnya melakukan vaksinasi terhadap kucing maupun anjing yang dipeliharanya.

“Selama ini masyarakat yang tingga di perkampungan menyepelekan soal vaksin, kalau warga komplek atau orang kaya tentu rutin melakukan vaksinasi hewan kesayangannya,” tuturnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here