Home TANGERANG HUB LAN Singapura Latih Pegawai Tangsel

LAN Singapura Latih Pegawai Tangsel

0
SHARE
CINDERA MATA: Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany (kiri) menerima kenag-kenangan dari Assistant Chief Executive Civil Service College, Roger Tan (kanan) seusai pembukaan pelatihan program peningkatan SDM pada pelayanan publik di Balai Kota Tangsel, Rabu (2/10). FOTO: Tri Budi/Tangerang Ekspres

CIPUTAT-Kota Tangsel bersama Yogyakarta dan Balikpapan menjadi kota yang dipilih oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN-RI) dan LAN Singapura untuk pelatihan program peningkatan SDM pada pelayanan publik. Di Kota Tangsel, pelatihan dilakukan selama tiga hari, yakni 2-4 Oktober di Aula Blandongan Balai Kota.

Pembukaan pelatihan di Kota Tangsel dibuka Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, Rabu (2/10). Acara tersebut merupakan program dari Civil Service College Singapore dan LAN RI.

Dalam sambutannya Airin mengatakan, suatu kehormatan bagi dirinya dan Pemkot Tangsel yang telah ditunjuk bersama dengan Yogyakarta dan Balikpapan dalam kegiatan itu. “Ini merupakan satu hal yang menggembirakan bagi kami, dimana harapan kami, Kota Tangsel dapat belajar dari Singapore,” ujarnya, Rabu (2/10).

Airin menambahkan, dilihat dari karakteristik wilayah perkotaan dan perumahan yang antara Kota Tangsel dan Singapura hampir sama. Ia berharapa pelayanan publik di Kota Tangsel bisa atau hampir sama dan mendekati pelayanan publik seperti di Singapura.

Sebagai kota baru yang didirikan sejak 2008 banyak hal yang harus diperbaiki dan diselesaikan.

“Untuk menyelesaikan itu fokus prioritas Pemkot Tangsel dibidang pendidikan, kesehatan dan infrastruktur, tak kalah penting yakni peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM),” tambahnya.

Masih menurutnya, dengan jumlah penduduk 1.6 juta jiwa, banyak hal persoalan dan permasalahan yang harus diselesaikan dan bagaimana pemerintah ada dan hadir untuk memberikan pelayanan publik untuk masyarakat Kota Tangsel.

Dalam hal kapasitas ia berharap seminar tersebut dapat memberikan manfaat untuk pemkot Tangsel maupun masyarakat lainnya. Karena, yang ikut seminar tidak hanya pemerintah saja namun, juga ada unsur masyarakat, dunia pendidikan, dunia kesehatan, guru, forum kota sehat dan lainnya.

Dalam proses pembangunan Kota Tangsel menggunakan people village, yang melibatkan partisipasi masyarakat, perguruan tinggi dan lainnya. “Saya berharap Kota Tangsel bisa menjadi seperti Singapura dalam pelayanan publik,” tuturnya.

Sementara itu, Assistant Chief Executive Civil Service College, Roger Tan mengatakan, sangat senang bisa menjadi publik sektor transformasion dari kegiatan seminar yang akan diselenggarakan di Kota Tangsel, Yogyakarta dan Balikpapan.
“Seminar dan Workshop ini bekerjasama dengan LAN dan program ini berasal dari banyak pihak yang gigih sehingga bisa terwujud,” ujarnya.

Masih menurutnya, ia memahami pelayanan publik merupakan pelayanan penting bagi pemerintah agar memberikan pelayanan publik lebih baik. Dengan acara iini diharapkan bisa saling belajar membagi pengetahuan dan pengalaman.

“Seminar ini dilanjutkan workshop bertukar ide, pengetahuan pengalaman. Saya berharap kegiatan ini menghasilkan outcome yang sangat bermanfaat bagi kita semua,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Kepala Bagian Organisasi dan Kinerja Aparatur pada Setda Kota Tangsel Nofyarrani mengatakan, Civil Service College Singapore memiliki program untuk peningkatan SDM di pelayanan publik ditiga kota, salah satunya Kota Tangsel.

“Kita hanya memfasilitasi acara ini dan peserta bersal dari perwakilan OPD yang mendukung pelayanan publik dan infrastruktur, seperti Kominfo, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kesehatan dan lainnya,” ujarnya.

Nofy menambahkan, dengan kegiatan ini peserta diharapkan dapat mengidentivikasi hambatan-hambatan yang ditmeui sehari-hari yang memerlukan inovasi. Kemudian mendiagnosa kenapa permasalahan itu muncul, apa yang akan dicapai. “Dalam kegiatan ini akan ada inovasi dan peserta yang menentukan solusinya,” tambahnya.

Masih menurutnya, program tersebut akan dilanjutkan 2020 dan brandmarknya akan ke Singapura. Perwakilan tiap OPD akan diajak ke Singapura dan difalitasi juga oleh Singapura.

“Outputnya, OPD yang merasa punya hambatan dalam pekerjaan dia punya sesuatu yang bisa menjembatani antara permasalahn dengan apa yang diinginkan, dan inilah yang diinginkannya,” tuturnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here