Home TANGERANG HUB Tiga Bacalon Dicoret PKB, 13 Bacalon Kembalikan Formulir Penjaringan

Tiga Bacalon Dicoret PKB, 13 Bacalon Kembalikan Formulir Penjaringan

0
SHARE
KEMBALIKAN FORMULIR: Mantan Sekda Tangsel Dudung E Diredja (kanan) menyerahkan map berisi formulir pendaftaran kepada Desk Pilkada PKB kemarin. FOTO: Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres

PAMULANG-Penjaringan Calon Walikota Tangsel yang dibuka DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Tangsel yang dilaksanakan 2-13 Oktober telah berakhir.

Pada penutupan pendaftran, Minggu (13/10) pukul 24.00 WIB terdapat 13 pendaftar yang mengembalikan formulir dan tiga orang tidak mengembalikan.

Mereka yang mengembalikan adalah Tomi Patria Edwardi, Bayu Seta, M. Reza AO, Arsid, Rita Juwita, Benyamin Davnie, Muhamad, Kolonel Beben Nurfadillah, Siti Nur Azizah, Dudung E. Diredja, Yardin Zulkarnaen, Agus Pramono dan Mohamad Soleh. Sedangkan tiga yang tidak mengembalikan adalah Fahd Pahdepie, Ade Irawan dan Ruhamaben.

Ketua Penjaringan Calon Walikota Tangsel DPC PKB Kota Tangsel Muthmainah mengatakan, 13 dari 16 pendaftar telah mengembalikan formulir. “Terakhir yang mengembalikan formulir adalah M. Reza AO pada Minggu (13/10) pukul 23.10 WIB,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Senin (14/10) dini hari.

Muthmainah menambahkan, ada beberapa nama yang diprediksi ikut dan ada juga nama mengejutkan, seperti Rita Juwita dan Dudung E. Diredja yang muncul. Dengan adanya adanya penambahakn nama-nama tersebut akan mempermudah PKB menemukan kualitas pemimpin yang baik untuk kemajuan Kota Tangsel.

“Kader PKB yang ikut penjaringan ada dua, yakni Agus Pramono dan Mohamad Soleh,” tambahnya.

Wanita yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPC PKB Kota Tangsel ini menjelaskan, proses selanjutnya akan dilakukan verifikasi berkas. Kemudian dilihat berkas atau dokumen apa yang kurang dan pendaftar akan dihubungi masing-masing.

Hasilnya keluar masih lama karena harus penjaringan koalisi dengan partai lain karena PKB hanya memiliki 4 kursi di DPRD Kota Tangsel. Termasuk visi misi harus disampaikan, bagaimana penilaian kader kepada semua calon tersebut dan hasilnya akan dilaporkan kepada DPD dan DPP.

“Pilkada ini hanya fasilitator untuk putra putri Kota Tangsel yang mau mengabdi untuk kemajuan Kota Tangsel,” jelasnya.

Masih menurutnya, syarat yang harus dimiliki Calon Walikota Tangsel yang diusung PKB harus punya inovasi, memiliki loyalitas tinggi untuk kemajuan Kota Tangsel.

“Termasuk membereskan hal-hal yang kemarin belum tuntas, bagaimana penanganan tenaga kerja, sumber daya manusia (SDM) dan yang penting tidak terpapar radikalisme dan paham khilafah demi persatuan bangsa,” tuturnya.

Sementara itu, pendafar terakhir yang mengembalikan formulir adalah M. Reza AO (Pemuda Pancasila). Ia mengaku baru bisa mengembalikan formulir pendaftaran pukul 23.30 WIB karena ada kegiatan yang tidak bisa ditinggal. “Saya maju dalam Pilwakot Tangsel motivasinya untuk mengawal aspirasi teman-teman dan semua elemen yang ada di Kota Tangsel,” ujarnya.

Reza menambahkan, ia mendaftarkan diri dalam penjaringan di PKB dan PDI Perjuangan sebagai Calon Walikota. Ia mengaku bila memiliki calon Wakil Walikota maka tidak akan bisa mensejahterakan anggotanya dan juga masyarakat.

“Meskipun banyak yang daftar dan akan maju dalam Pilkada mendatang, saya tidak menganggap ini sebagai persaingan dan saya jalani saja. Untuk bisa jadi Tangsel 1 kita harus bersama karena tidak bisa berjalan sendiri atau berkubu,” tuturnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here