Home BANTEN Pilkades di Kramatwatu Sempat Terhenti

Pilkades di Kramatwatu Sempat Terhenti

0
SHARE
PENGECEKAN: Ketua Panitia Pilkades Desa Kramatwatu, Kecamatan Kramatwatu, Aceng Rohandi bersama panitia lainnya dan para saksi pada saat melakukan pencocokan NIK KTP DPT tetap yang sempat keliru, Minggu (3/11). FOTO: Ahmad Fadilah/Banten Ekspres

SERANG-Minggu (3/11) sebanyak 150 desa di Kabupaten Serang menggelar pemilihan kepala desa (pilkades) serentak. Pesta demokrasi di Desa Kramatwatu, Kecamatan Kramatwatu sempat terhenti.

Hal itu tejadi, dikarenakan adanya absen pemilih yang sudah diberitanda centang, padahal sang pemilih belum melakukan pencoblosan di bilik suara. Ketua Panitia Pilkades Desa Kramatwatu, Aceng Rohandi menjelaskan, hal itu terjadi disebabkan adanya pemilih yang memiliki nama yang sama melakukan pencoblosan tetapi tidak terdaftar sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT). “DPT asli mau mencoblos tetapi tidak bisa karena namanya sudah diberi tanda sudah melakukan pencoblosan,” katanya, ditemui di lokasi pemungutan, Minggu (3/11).

Ia menceritakan hal itu terjadi karena pemilih pertama memiliki undangan dari Panitia Pilkades dan ikut melaksanakan pemilihan, akan tetapi panitia Pilkades lengah dan tidak melakukan pengecekan terhadap NIK Kartu Tanda Penduduk yang dimiliki oleh pemilih tersebut. Sementara DPT asli ingin melakukan pemilihan tetapi tidak dibolehkan dan pada saat melakukan pengecekan NIK KTPnya cocok dengan absen yang dimiliki oleh panitia. “Kita kumpulkan keamanan, para saksi-saksi di TPS 2 dan dilakukan kesepakatan untuk menggagalkan pilihan dari pemilih pertama. Dengan cara menanyai siapa yang dipilih olehnya dan ternyata ia Golput,” katanya.

Hasil dari penghitungan suara di Desa Kramatwatu, calon kades dengan nomor urut satu mendapatkan suara sebanyak 1.063 suara, nomor urut dua 474 suara, nomor urut tiga 1.024 suara, nomor urut empat 1.188 suara, dan nomor urut lima 187 suara. “Suara yang tidak sah sebanyak 47 surat suara,” katanya.

Terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Serang, Bahrul Ulum meminta kepada semua pihak menjaga kondusifitas pasca Pilakdes. Ia tidak ingin ada perpecahan warga pasca Pilkades. Semua calon kades agar bisa menerima hasil pemungutan suara Pilkades. “Calon kades harus siap menang dan siap kalah. Calon kades juga harus saling menjaga keamanan dan kondusivitas di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya dalam siaran pers.

Ulum juga meminta agar calon kades bisa mengayomi para tim sukses (timses) dan pendukungnya agar tidak melakukan tindakan yang merugikan semua pihak. Ia memastikan pesta demokrasi di desa berjalan lancar, aman, dan kondusif serta seluruh panitia Pilkades menjalankan tugasnya dengan baik.

Sekadar informasi, Pilkades serentak di Kabupaten Serang diikuti oleh 150 desa yang dilaksanakan. Pilkades serentak ini merupakan yang ketiga kali. Pada gelombang pertama ada 118 desa, gelombang kedua 33 desa, dan gelombang ketiga 150 desa. (mg-6/tnt/and)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here