Home NASIONAL Jika Tak Diprioritaskan Jadi CPNS, Forum Honorer Ancam Bikin Petisi

Jika Tak Diprioritaskan Jadi CPNS, Forum Honorer Ancam Bikin Petisi

0
SHARE
Untuk menjadi CPNS, warga harus mengikuti semua persyaratan dan aturan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Pertengahan bulan ini akan segera dibuka pendaftaran CPNS.

CIPUTAT-Pemkot Tangsel mendapat jatah 222 formasi dalam rekruitmen CPNS. Hal tersebut membuat pegawai honorer berharap mendapatkan prioritas. Pasalnya, saat ini terdapat sekitar 8000 tenaga honorer di kota pemekaran dari Kabupaten Tangerang ini.

Sekretaris Forum Honorer Kota Tangsel Abdul Azis berharap 222 formasi CPNs setidaknya 60 persen harus diperuntukan bagi pegawai honorer.”Jika harapan ini tidak diakomodir maka pegawai honorer telah sepakat menyiapkan rencana kedua,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Senin (4/11).

Masih menurutnya, forum honorer akan mengirimkan surat kepada Walikota dan Ketua DPRD Kota Tangsel terkait hal itu. Forum honorer ingin melakukan audensi agar usulan di atas bisa dipertimbangkan oleh pemangku kebijakan. Apalagi, banyak pegawai honorer yang sudah lima tahun lebih mengabdi. Ia yakin SDM-nya tidak kalah dengan orang luar Kota Tangsel. Bila aspirasi-aspirasi yang tak ditanggapi, maka pegawai honorer akan membuat petisi.

“Petisi yang dimaksud adalah penggalangan tanda tangan di spanduk oleh 8000 pegawai honorer. Spanduk ini rencananya akan dipasang di gerbang masuk Balai Kota,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala BKPP Kota Tangsel Apendi mengatakan, siapapun masyarakat dipersilakan ikut dalam tes CPNS untuk formasi 222. “Baik tenaga honorer atau masyarakat biasa silakan daftar, syaratnya yang penting dipenuhi,” ujarnya.

Apendi menambahkan, meskipun tenaga honorer rata-rata telah mengabdikan diri lebih dari lima tahun dan putra daerah tapi, di dalam penerimaan CPNS ada aturan dan yang penuhi. “Jadi silakan syaratnya dipenuhi sesuai prosedur yang ditentukan,” tuturnya. Sebelumnya, Kota Tangsel dalam penerimaan CPNS tahun ini memiliki 222 formasi yang terdiri dari guru 69, kesehatan 89, dan teknis 64.

Sementara itu, bagi pelamar yang memiliki nilai seleksi kompetensi dasar (SKD) di atas ambang batas namun tidak lolos tahun lalu, bisa menggunakan nilai tersebut untuk mengikuti seleksi kompetensi bidang (SKB) tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun ini. Asalkan, peserta memasukkan data dan memilih formasi yang sama seperti seleksi 2018.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here