Home TANGERANG HUB Pabrik Sandal Jepit Habis Terbakar

Pabrik Sandal Jepit Habis Terbakar

0
SHARE
Petugas pemadam kebakaran Kota Tangerang memadamkan api di pabrik sandal jepit, kemarin.

KOTA TANGERANG – Si Jago merah melahap habis PT Murni Karetindo yang memproduksi sandal jepit. Kebakaran terjadi akibat tungku yang berada di dalam pabrik meledak. Akibat bahan bakar yang masuk berlebihan.

Kebakaran tersebut terjadi pukul 07.00 WIB. Semua karyawan yang sedang bersiap-siap bekerja langsung berhamburan keluar karena kaget mendengar ledakan yang cukup keras. Pabrik itu berada di Jalan KH. Agus Salim, RT.003/RW.007, Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh.

Usai terjadi ledakan, api langsung berkobar menyambar semua bahan sandal jepit yang terbuat dari karet.

Anwar Hadi salah satu karyawan mengatakan, kebakaran terjadi sangat cepat. Setelah ada ledakan, api besar langsung memenuhi ruangan yang ada bahan karet untuk membuat sandal jepit.

“Saya dan karyawan lainya untung masih di luar pabrik. Karena memang jam segitu kami sudah masuk kerja dan sedang bersiap-siap untuk produksi. Saya tidak tahu pasti penyebabnya kenapa tiba-tiba ada ledakan,” ujarnya saat ditemui Tangerang Ekspres, Rabu (6/11).

Anwar menambahkan, tungku yang ada di dalam menggunakan sistem pembangkaran dengan kayu bakar. Bisa jadi ledakan tersebut karena pembakaran yang tidak merata.

“Biasanya juga tidak pernah terjadi. Kita tidak tahu yang jelas pada saat saya datang tungku sudah menyala dan kita siap-siap bekerja saja,”katanya.

Sementara itu, Kepala TU BPBD Kota Tangerang Kamaludin Aziz menjelaskan, api bisa dipadamkan sekitar pukul 11.00 WIB. Untuk dugaan kebakaran sementara adanya oli bocor yang keluar dari tungku.

“Kami mendapatkan laporan pada pukul 07.20 WIB. Setelah dapat laporan tim pemadam Kecamatan Cipondoh langsung meluncur dengan tiga mobil damkar. Api sangat besar karena membakar bahan sandal jepit dari bahan karet dan plastik,” paparnya.

Kamal menjelaskan, tidak ada korban jiwa karena semua karyawan belum semuanya masuk. Kerugian juga belum bisa ditaksir.

“Tim kami sempat mengalami kesulitan, karena di dalam ada bahan karet banyak sekali. Tetapi secara perlahan kita bisa atasi, mulai dari tengah sampai belakang kita lakukan pemadaman agar tidak menyambar ke tempat lain,”ungkapnya. (mg-9)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here