Home TANGERANG HUB Warga Muncung Manfaatkan Potensi Alam

Warga Muncung Manfaatkan Potensi Alam

0
SHARE
PANEN: Sejumlah penambak panen udang vaname di RT 05/02, Desa Muncung, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, Jumat (8/11). FOTO: Zakky Adnan/Tangerang Ekspres

KRONJO — Desa Muncung, Kecamatan Kronjo, di sebelah utara berbatasan dengan Laut Jawa. Letak geografis desa ini yang berbatasan dengan laut menjadi salah satu potensi alam yang dimanfaatkan sebagaian warganya untuk menjadi nelayan dan penambak ikan maupun udang.

Hajah Mursani, pemilik tambak udang vaname mengatakan, memanfaatkan lahan di dekat pantai untuk membuat tambak udang vaname seluas 2.500 persegi per tambak, sejak 2016. Hingga sekarang, ia memiliki enam tambak udang vaname.

“Dari enam tambak udang, saya dibantu oleh sembilan warga untuk menjalankan usaha tambak udang vaname,” ujarnya, kepada Tangerang Ekspres di RT 05/02, Desa Muncung, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, Jumat (8/11).

Mursani menyebutkan, 250 ekor bibit udang usia 11 hari ditempatkan ke tiap tambak. Bibit udang dipelihara selama 100 hari. Setelah itu dipanen, udang dijual ke pengepul dengan harga Rp85 ribu per kilogram. Biasanya dari enam tambak, ia dapat menghasilkan udang mencapai tiga ton.

Di tempat yang sama, Bakrani, pekerja tambak udang  vaname mengatakan, udang diberi makan pur beberapa kali per hari. Tidak kalah penting menurutnya, tambak udang dipasang sejumlah blower, yang berguna untuk penyuplai oksigen.

“Kalau tidak dipasang mesin blower, udang-udang bisa mati,” singkatnya.

Sementara itu, Sukmayana, Penjabat (Pj) Kepala Desa Muncung mengatakan, banyak warga yang memiliki tambak, sekaligus sebagai pekerja tambak di desanya. Mulai dari tambak ikan sampai tambak udang.

Menurut Sukmayana, keahlian sebagian warga di bidang penambakan didapatkan secara turun menurun dari orang tua mereka. Jadi, profesi sebagai penambak sudah menjadi salah satu ciri khas warga Desa Muncung.

Dikatakan Sukmayana, banyak penambak yang tidak produktif pada musim kemarau tahun ini, meskipun ia tidak menjelaskan secara detail alasannya kenapa penambak tidak produktif. “Yang pasti, air laut tidak sampai ke kolam-kolam tambak,” menurutnya. (zky/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here