Home TANGERANG HUB Deteksi Dini Potensi Konflik, 17 Polisi Kawal Satu Desa

Deteksi Dini Potensi Konflik, 17 Polisi Kawal Satu Desa

0
SHARE
Pelaksanaan Pilkades Serentak Kabupaten Tangerang akan dikawal ratusan personel Brimob. Polresta Tangerang sudah menyiapkan berbagai metode pengamanan.

TIGARAKSA-Pilkades serentak di 153 desa di Kabupaten Tangerang sudah mencapai tahap kampanye terbuka. Menurut jadwal resmi dari Pemkab Tangerang, kampanye terbuka dimulai Senin (25/11), hingga Rabu (27/11). Para calon kades diperbolehkan berkampanye secara terbuka termasuk pawai keliling kampung. Namun, calon kepala desa dilarang membagikan uang ataupun doorprize (hadiah) saat berkampanye terbuka. Sebab, pembagian uang atau ‘ucapan terimakasih’ dari calon kepala desa termasuk dalam tindakan pidana politik uang.

Pilkades serentak Kabupaten Tangerang ini paling ‘spesial’. Melibatkan tiga polres, Polresta Tangerang, Polres Tangsel dan Polres Metro Tangerang Kota. Karena, wilayah Kabupaten Tangerang, ada sejumlah kecamatan yang masuk wilayah hukum Polres Tangsel dan Polres Metro Tangerang Kota. Dua polda pun terlibat. Polda Banten dan Polda Metro Jaya.

Kapolresta Tangerang AKBP Ade Ary Syam Indradi mengatakan, sudah sejak Agustus personel kepolisian terutama di tingkat polsek untuk berkeliling ke tokoh masyarakat. Serta, melakukan pendekatan kepada simpatisan dan calon kepala desa. Tujuannya, mengenali dan mengusai medan dalam rangka suksesi pilkades serentak. Namun, pada kampanye terbuka kali ini, Ade menyebutkan, untuk mengamankan jalannya pilkades, satu desa akan ditempatkan 17 anggota polisi. Ia menegaskan, saat pengamanan, anggota kepolisian dilarang membawa senjata api.

“Anggota yang berjaga di desa dilarang membawa senjata api atau yang berpeluru tajam,” tegasnya saat sambutan apel pergeseran pasukan pengamanan pilkades dalam Operasi Gemilang Kalimaya di Lapangan Maulana Yudhanegara, Puspemkab Tangerang, Senin (25/11). Ade mengungkapkan, pasukan pengamanan akan disebar di 92 desa dari 153 desa dengan 363 calon kepala desa. Ia memastikan pasukan yang disebar saat pengamanan tidak membawa senjata api dan peluru tajam.

Jumlah pasukan dari Polresta Tangerang yang diterjunkan sebanyak 1.840 pasukan terdiri dari personel polsek 340 orang dan 352 personel polres. Selain itu, ada bantuan BKO dari Polda Banten sebanyak 848 pasukan, dan tambahan 300 perseonel brimob. “Skema pengamanan 1 desa dijaga 17 polisi. Sedangkan brimob tiap polseknya 1 pleton atau 30 anggota,” tegasnya.

Ade menegaskan, satuan yang ditugaskan diharuskan bergerak cepat dengan membangun komunikasi lintas tokoh termasuk dengan calon kepala desa. Ia mengatakan, personel diwajibkan bergerak cepat mengusai dan memetakan medan. “Komunikasi ini upaya deteksi dini agar berjalan dengan baik. Harus lebih cepat tahu akan ada potensi konflik dibanding yang lain. Prinsipnya mengedepankan sikap humanis. Karena yang dijaga warga yang akan menggelar hajat demokrasi,” tutupnya.

Polres Kota Tangsel mengerahkan 1.335 personel gabungan untuk mengamankan pilkades serentak Kabupaten Tangerang 1 Desember mendatang.

Di Kabupaten Tangerang ada empat kecamatan yang wilayah hukumnya masuk Polres Tangsel, yakni Kecamatan Pagedangan, Cisauk, Legok, Curug. Saat ini personel sudah dikerahkan dan disebar untuk mengamankan kampanye pilkades. Kepala Bagian Operasional Polres Tangsel Kompol Murodih mengatakan, akan dikerahkan 1.335 personel gabungan.

“Personel ini berasal dari polri 565 personel, TNI 138 personel, Linmas 202 personel, Patra 20 personel, Rainmas 10 personel dan BKO Polda Metro Jaya 400 personel,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Senin (25/11). Murodih menambahkan, dari empat kecamatan yang mengadakan pilkades jumlah desa mencapai 22 desa dengan tempat pemungutan suara (TPS) berjumlah 81. Jumlah calon kepala desa mencapai 69 orang. Polisi mendeteksi ada dua desa di kecamatan yang rawan, yakni di Desa Ciangir dan dan Desa Cirarab.

“Di dua desa ini masuk kategori rawan pilkades, masing-masing desa memiliki dua TPS dan dua calon kades,” tambahnya. Masih menurutnya, desa dikatakan tawan karena pernah terjadi perselisihan pada pilkades sebelumnya. Sedangkan di Desa Ciangir, kedua calon kades sama-sama memiliki masa yang banyak. Setiap TPS mengerahkan mulai 20 sampai 30 personel gabungan. Namun, khusus dua desa tersebut personel yang dikerahkan lebih banyak.

“Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan kita mengerahkan 45 personel gabungan di TPS yang rawan,” jelasnya. Murodih menuturkan, masa kampanye juga dianggap menjadi sebuah momen krusial. Lantaran pelaksanaannya hanya tiga hari. Sehingga tidak menutup kemungkinan dalam satu hari setidaknya ada dua calon kepala desa yang berkampanye. “Saya mengajak agar masyarakat tidak terpecah belah walaupun berbeda pilihan dalam acara pesta demokrasi tingkat desa,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan mengatakan, akan mengamankan pilkades serentak di 22 Desa di Kabupaten Tangerang. Yakni, di Kecamatan Curug 2 desa, Kecamatan Pagedangan 8 desa, Kecamatan Legok 9 desa dan Kecamatan Cisauk 3 desa. “Dalam pengamanan ini kita juga memerlukan personel dari TNI, pemda dan dibantu oleh elemen masyarakat lainnya,” tambahnya. Ia berpesan kepada calon kades agar bersama-sama mematuhi dan melaksanakan setiap tahapan pilkades secara damai, sopan, bermartabat. Serta penuh tanggung jawab demi terselenggaranya pilkades serentak 2019 secara demokratis yang lebih baik bagi masyarakat. Calon kades diharapkan mematuhi dan melaksanakan segala peraturan perundang-undangan serta mengedepankan etika dan moralitas selama pelaksanaan pilkades. “Calon kades sepakat untuk menciptakan situasi yang kondusif,” tuturnya. (mg-10/bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here