Home OLAHRAGA Liverpool vs Napoli (1-1), Hidup Mati di Wals-Siezenheim

Liverpool vs Napoli (1-1), Hidup Mati di Wals-Siezenheim

0
SHARE
KERJA KERAS: Gelandang Liverpool Roberto Firmino harus kerja ekstra saat melakoni laga pamungkas Grup F kontra RB Salzburg, 11 Desember nanti. FOTO: Net

KLUB Austria RB Salzburg selangkah lagi membuat histori besar di ajang Liga Champions. Tiga poin di kandang KRC Genk Luminus Arena kemarin (28/11) membuat Salzburg bersaing ketat dengan Liverpool dan Napoli lolos dari grup E menuju fase 16 besar.

Salzburg menang 4-1 atas Genk. Sementara di Anfield Liverpool ditahan tim tamu Napoli dengan skor 1-1. Matchday enam 11 Desember mendatang akan menjadi do or die (laga hidup mati) buat Salzburg. Mereka akan menjamu Liverpool di Red Bull Arena, Wals-Seizenheim. Sedang Napoli menjamu Genk di Stadio San Paolo.

Penyerang Salzburg Erling Braut Haaland dalam wawancara dengan Sky Sport Austria mengatakan optimis bisa lolos ke fase knockout. Haaland yang mencetak satu gol ke gawang Gank pun membuat rekor yakni sebagai pemain 19 tahun yang mencetak gol di lima matchday Liga Champions.

“Mereka (Liverpool, red.) memang tim terbaik di dunia saat ini. Namun kami tahu kami akan sangat kuat ketika bermain di kandang dan jika kami bermain di level terbaik, maka kami punya kesempatan,” tutur Haaland.

Secara lebih lanjut ketika ditanya mengenai rekor sebagai pemain 19 tahun pertama yang terus menerus mencetak gol di lima matchday, Haaland menanggapinya dengan biasa. “Meski itu rekor namun saya lebih peduli hasil tim saya,” ucap anak pesepak bola era 1990-an Alf Inge-Haaland itu.

Selain Haaland, maka penyerang Salzburg Patson Daka mencatatkan rekor lain. Daka menjadi pemain asal Zambia pertama yang mencetak gol di Liga Champions. Adanya gol Daka ini membuat total sebanyak wakil 103 negara di dunia mencetak gol di Liga Champions.

“Sesungguhnya Daka bukan yang pertama. Sebab saat masih berformat European Cup, pemain asal Zambia lainnya Kalusha Bwalya pernah mencetak gol pada musim 1991/1992 buat PSV Eindhoven,” tulis Zambia Football.

Liverpool pada laga di Anfield gagal mengubah dominasi pertandingan menjadi kemenangan atas skuat asuhan Maurizio Sarri. Penguasaan bola hingga 62 persen malah membuat The Reds harus mengejar ketinggalan setelah Dries Mertens membuat gol pada menit 21. Bahkan skuat asuhan Juergen Klopp baru bisa menyamakan skor di menit 65 lewat aksi Dejan Lovren.

Kegagalan meraih kemenangan dan memastikan tiket ke fase knock-out tidak lepas dari strategi bermain Napoli yang cenderung bertahan usai membuat gol. Jordan Henderson Kapten Liverpool mengungkap pertahanan kokoh Napoli membuat timnya gagal menambah gol.

“Kami inginnya menang malam ini untuk menuntaskan tugas. Napoli membuat pertandingan berjalan sulit. Tapi kami masih ada di posisi yang cukup bagus,” ungkap Henderson kepada BT Sport.
“Mereka adalah tim bagus dengan para pemain yang bagus. Ada momen-momen di mana kami menunjukkan hal-hal bagus. Kami mengejar gol kedua, tapi tak mendapatkannya,” kata Henderson.
“Di babak kedua, saya rasa hanya ada satu tim yang berusaha menang,” tandasnya. (jpg/apw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here