Home NASIONAL PPDB Sistem Zonasi: Jangan Dihapus, Tapi Diperbaiki

PPDB Sistem Zonasi: Jangan Dihapus, Tapi Diperbaiki

241
0
SHARE

JAKARTA-Sistem zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020 perlu dikaji kembali. Pasalnya, kebijakan tersebut dinilai masih perlu kajian dan riset mendalam untuk efektivitas penerapannya.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM) Kemendikbud, Ade Erlangga mengatakan masih membahas masalah PPDB zonasi.

“Keputusan soal apakah PPDB zonasi akan diterapkan atau tidak masih dikaji dan nanti akan kita sampaikan ke publik kalau sudah,” katanya. Sementara itu, Pendiri Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK), Najelaa Shihab menilai kebijakan ini apakah efektif dan berdampak atau memang mencapai tujuan, belum dianalisa dengan cukup dalam.

Terlebih lagi Najelaa menilai, tarik ulur pro dan kontra kebijakan zonasi belum menemui titik temu. Jika hanya berkutat dalam perdebatan penting atau tidaknya sistem zonasi.

Untuk itu, yang diperlukan adalah riset kajian mendalam berdasarkan hasil temuan di lapangan.

“Rekomendasi kami memang ada assesment yang menyeluruh tentang kebijakan ini. Karena pada akhirnya kita membuat kebijakan berdasarkan hasil rapat dan asumsi, tanpa riset yang didukung oleh data lapangan,” ujarnya.

Di sisi lain, Najelaa melihat manfaat kebijakan ini bisa dirasakan di masa mendatang. Dampak yang paling terasa adalah soal pemerataan kualitas pendidikan.

“Kebijakan zonasi untuk tujuan jangka panjang dan kami percaya bisa mendukung pemerataan kesempatan pendidikan. Tetapi mengenai peran pusat dan ketentuan kebijakan pusat dan ada di bawah kendala daerah dan berkaitan dengan desentralisasi pendidikan itu kita perlu kaji lebih dalam,” tuturnya.

Wasekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Satriwan Salim mengaku khawatir apabila kebijakan PPDB dengan sistem zonasi dihilangkan. Menurutnya, dengan adanya zonasi pendidikan menjadi lebih merata dan membuat daerah lebih banyak berbenah.

“Zonasi adalah kebijakan yang mementingkan hak-hak siswa. Terlebih menjadi pintu masuk perbaikan kualitas pendidikan secara nasional. Oleh sebab itu, FSGI berharap kebijakan ini akan terus ada ke depannya,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here