Home BANTEN Pawai Panjang Mulud, Mempertahankan Tradisi Lokal

Pawai Panjang Mulud, Mempertahankan Tradisi Lokal

0
SHARE
NGEROPOK: Sejumlah masyarakat berebut isi panjang mulud atau ngeropok pada pawai panjang mulud tingkat Kota Serang, Rabu (11/12). FOTO: Pemkot Serang for Banten Ekspres

SERANG-Tradisi lokal merupakan salah satu yang harus dipertahankan, karena tradisi adalah salah satu identitas yang dimiliki oleh suatu daerah, sehingga tradisi akan terus mengalir hingga generasi selanjutnya. Slaah satu tradisi lokal yang terus dipertahankan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Serang adalah Pawai Panjang Mulud melalui berbagai kegiatan dan dimeriahkan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Pantauan Banten Ekspres, Rabu (11/12) Pemkot Serang menggelar pawai Panjang Mulud di Jalan Beteran tepatnya depan Islamic Center, Kota Serang. Perayaan dimulai dengan pertunjukka khas dari setiap daerah dan OPD menghias mobil-mobil dinas menjadi mobil-mobil dinas menjadi mobil dengan berbagai macam bentuk.

Tak hanya itu, banyak pula peserta yang membawa seserahan untuk diberikan kepada Walikota Syafrudin dan Wakil Walikota Subadri Ushuludin. Sampai terjadi kericuhan pada saat perebutan panjang mulud yang disediakan panitia, namun tak lama berselang pihak keamanan berhasil mengamankan keadaan seperti semula.

Walikota Serang,Syafrudin mengatakan kegiatan yang diselenggarakan tersebut, merupakan salah satu bentuk melestarikan tradisi atau kebudayaan yang ada di Kota Serang. Hal ini perlu dipertahankan sebagai bentuk identitas daerah. “Tak hanya bentuk kebudayaan saja, tapi ini juga sebagai ajang untuk mengasah kreatifitas masyarakat Kota Serang,” katanya.

Lebih lanjut, ia berharap kegiatan tersebut dapat terus berjalan setiap tahunnya, kemudian dapat lebih meriah dan tertib agar kegiatan dapat berjalan dengan lancar hingga mendapat manfaat dan ridho dari Allah SWT. ” Mudah-mudahan ke depan lebih tertin dan ramai lagi,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Wasis Deswanto mengatakan bahwa tujuan pihaknya menggelar Gebyar Panjang Mulud ini untuk menjadikan tradisi dan adat Kota Serang sebagai modal pembangunan. “Dengan budaya dan tradisi lokal, ini dapat menjadi modal dalam membangun Kota Serang. Baik dari segi pariwisata maupun lainnya,” katanya.

Lebih lanjut, untuk peserta Gebyar Panjang Mulud ini diikuti oleh OPD maupun masyarakat umum. Hal ini agar kebersamaan masyarakat dengan pemerintah dapat terwujud. “Sehingga, dapat terjadi persatuan antara pemerintah dengan masyarakat. Karena, di kegiatan ini harus membawa tim kesenian dari masing-masing peserta. Jadi terbangun persatuan dengan bingkai budaya,” paparnya. (mam/and)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here