Home HUKUM Cipondoh Rawan Narkoba, Sabu dan Ganja Terbanyak Ditransaksi

Cipondoh Rawan Narkoba, Sabu dan Ganja Terbanyak Ditransaksi

0
SHARE
PEMUSNAHAN: Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Abdul Karim melakukan pemusnahan narkoba di halaman Polrestro Tangkot beberapa waktu lalu untuk menekan peredaran narkoba di Kota Tangerang. FOTO: Randy/Tangerang Ekspres

TANGERANG – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangerang, mengindikasi bahwa Kota Tangerang dengan julukan Kota Berakhlakul Khariman merupakan zona merah perlintasan dan peredaran narkoba.

Dari analisa BNN Kota Tangerang, aktivitas peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kota Tangerang terus bertumbuh. Bahkan narkoba jenis sabu di Kota Tangerang paling tertinggi diperjual belikan, selain itu ganja juga banyak beredar di Kota Tangerang.

Kepala BNN Kota Tangerang AKBP Ade Adrian mengatakan, peredaran narkoba di Kota Tangerang marak melewati jalur darat dan udara. Karena memang Kota Tangerang adalah Kota perbatasan dan juga kota transit, jadi sangat mudah untuk melakukan transaksi narkoba.

“Kota Tangerang ini ada dua pintu masuk. Pertama dari laut itu dari wilayah Merak, kedua kita ada Bandara Soekarno-Hatta yang masih masuk wilayah Tangerang Kota. Maka itu peredaran di Kota Tangerang sangat tinggi dan memasuki zona merah peredaran narkoba,”ujarnya saat ditemui Tangerang Ekspres di kantornya, Jumat (13/12).

Ade menambahkan, ditambah karena berbatasan dengan Ibukota DKI Jakarta, Kota Tangerang menjadi jalur favorit mafia narkoba. Maka itu, banyak sekalai mafia narkoba yang mendistribusikan narkoba di Kota Tangerang dan harus selalu dilakukan pemantuan.

“Jadi, Kota Tangerang ini dibilang penyangga ibu kota sebagai daerah lintasan yang memang sangat pas. Selain itu di sini juga bisa sebagai tempat transit, transit barang yang mau bergeser ke wilayah lain bisa transit di wilayah Kota Tangerang,”paparnya.

Ia menjelaskan, dari 13 kecamatan di Kota Tangerang, Kecamatan Cipondoh jadi paling rawan peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Hal tersebut didasari karena kecamatan Cipondoh bergesekan langsung dengan Ibukota DKI Jakarta.

“Dari 13 kecamatan yang ada, pantauan kita saat ini wilayah Cipondoh paling rawan. Karena mereka berdekatan langsung dengan wilayah ibukota. Selain karena lokasinya yang strategis, Kecamatan Cipondoh memiliki banyak penduduk dan pendatang dari wilayah lain. Sehingga, memudahkan para mafia narkoba untuk menyelundupkan narkoba secara mudah dan bebas,”ungkapnya.

Kata Ade, perkiraan pertambahan angka penggunaan dan penyebaran narkoba di Kota Tangerang terus meningkat dari semakin banyaknya pengungkapan kasus narkoba di Tangerang. Baik dari kepolisian Metro Tangerang Kota maupun polisi yang berada di luar Kota Tangerang.

“Dipastikan meningkat dari tahun sebelumnya, maka itu permasalahan bahaya narkoba masyarakat juga harus ikut andil dalam melakukan pengawasa. Agar angka peredaran di Kota Tangerang tidak terus meningkat setiap tahun,”pungkasnya.

Ade menuturkan, yang paling rentan terpapar narkoba di Kota Tangerang adalah pelajar tingkat SMA untuk narkotika jenis sabu. Sementara, narkotika jenis ganja paling banyak dikonsumsi oleh pelajar tingkat SMP untuk wilayah Kota Tangerang.

“Tergantung jenis, kalau sabu-sabu banyak di kalangan mulai dari SMA ke atas. Kalau ganja SMP sudah ada beberapa kita indikasi pengguna juga, karena ganja harganya lebih murah ya,”tutupnya. (mg-9)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here