Home HUKUM Modus Penyelundupan Mobil Mewah Lewat Pelabuhan: Di Dokumen Tertulis Batu Bata, Ternyata...

Modus Penyelundupan Mobil Mewah Lewat Pelabuhan: Di Dokumen Tertulis Batu Bata, Ternyata Isinya Supercar

0
SHARE
Menteri Keuangan Sri Mulyani (dua dari kanan), Menhub Budi Karya Sumadi (kanan), Kapolri Jenderal Idham Azis (tiga dari kiri), Jaksa Agung ST. Burhanuddin (kiri) melihat supercar Porsche selundupan di Terminal Peti Kemas Koja, Jakarta Utara, kemarin (17/12).

JAKARTA- Selama tiga tahun terakhir upaya penyelundupan mobil dan motor mewah terbilang marak. Yang bisa digagalkan saja sebanyak 19 mobil dan 35 sepeda motor. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan bersama Polri, TNI, dan Kejaksaan menggagalkan penyelundupan puluhan mobil dan motor mewah ke Indonesia. Sepanjang tahun 2016-2019, DJBC berhasil membongkar tujuh kasus penyelundupan mobil dan motor mewah melalui pelabuhan Tanjung Priok.

Dalam kurun waktu tersebut sebanyak 19 unit mobil mewah dan 35 unit motor/rangka motor/mesin motor mewah berbagai merek telah diamankan oleh Bea Cukai Tanjung Priok. Adapun perkiraan total nilai barang mencapai kurang lebih Rp 21 miliar dan potensi kerugian negara mencapai kurang lebih Rp 48 miliar.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuturkan, modus yang digunakan dalam kasus penyelundupan kali ini adalah dengan memberitahukan barang tidak sesuai dengan isi sebenarnya.

Berbagai modus digunakan dalam tangkapan kali ini. “Importasi kendaraan tersebut diberitahukan dalam dokumen sebagai batu bata, suku cadang mobil, aksesoris, dan perkakas serta dilakukan oleh tujuh perusahaan berbeda,” ujarnya di Terminal Peti Kemas Koja, Jakarta Utara, kemarin (17/12).

Berdasarkan informasi masyarakat yang ditindaklanjuti dengan proses analisis terhadap inward manifest dicurigai adanya pemberitahuan yang tidak benar. Karena terdapat keanomalian antara netto weight barang dengan jenis barang yang diberitahukan. “Perusahaan-perusahaan tersebut mengimpor mobil dan motor mewah dari Singapura dan Jepang,” imbuhnya.

Untuk memastikan jenis barang yang sebenarnya, petugas melakukan hi-co scan kontainer dan mendapati citra yang menunjukkan barang yang diimpor berupa kendaraan roda empat. Untuk selanjutnya petugas melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here