Home TANGERANG HUB Airin Resmikan Rumah Hasil Bedah, Tahun Ini Pemkot Bedah 205 Rumah

Airin Resmikan Rumah Hasil Bedah, Tahun Ini Pemkot Bedah 205 Rumah

0
SHARE
BERIKAN KUNCI: Walikota Airin Rachmi Diany memegang dokumen berisi foto rumah sebelum dibedah dan pascadibedah usai menyerahkan secara simbolis kunci rumah hasil bedah rumah di Kecamatan Setu, kemarin. FOTO: Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres

SETU-Pemerintah Kota Tangsel terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Salah satunya memastikan bahwa mereka tinggal di tempat yang layak yang mampu melindungi mereka ketika panas dan hujan.

Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany menjelaskan jika bedah rumah ini memberikan kesempatan kepada masyarkat yang tidak mampu untuk memiliki rumah yang layak. Menikmati fasilitas yang diberikan oleh pemerintah.

”Jadi bapak ibu yang mendapatkan fasilitas ini bisa merasakan nikmatnya tinggal di rumah yang layak. Kami terus berupaya, agar bapak ibu bisa tinggal di rumah tanpa takut rumah rubuh atau yang lainnya,” ujar Airin dalam Peresmian Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni di Setu, Selasa (17/12).

Airin menambahkan untuk memberikan fasilitas bedah rumah ini merupakan kewajiban pemerintah. Apalagi, sejak di putuskannya dirinya menjadi Walikota, targetnya adalah memastikan bahwa warga Tangsel mendapatkan kesejahteraan yang terus pemerintah upayakan.

Untuk itu, dia berharap agar semua masyarakat Kota Tangsel mau ikut berpartisipasi dengan cara memastikan bahwa lingkungannya mendapatkan haknya sebagai warga Tangsel. Agar segera melaporkan kepada pemerintah terkait dengan fasilitas ini.
”Jadi bapak ibu, juga bisa berpartisipasi. Laporkan kalau memang ada masyarkat yang tinggal di rumah yang tidak layak,” ujar Airin.

Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Perkimta Kota Tangsel Teddy Meiyadi mengatakan, tahun ini sudah ada 205 rumah yang dibangun di 7 kecamatan. “Khusus di Kecamatan Pondok Aren ada 52 rumah yang kita bangun,” ujarnya, Senin (16/12).

Teddy menambahkan, tahun depan pembangunan RUTLH akan ditambah jumlahnya dari 205 menjadi 305 rumah. Ke depan diharap Ketua RT/RW, lurah dan camat mendata masyarakat yang rumahnya tidak layak huni. Namun, memenuhi syarat agar bisa dimasukkan program RTULH dan dibangun.

Masih menurut Teddy, pelaksanaan kegiatan bedah rumah di Kota Tangsel telah dilaksanakan sejak 2012. Yakni 2012 sebanyak 24 unit, 2013 sebanyak 117 unit, 2014 sebanyak 46 unit, 2015 sebanyak 320 unit, 2017 sebanyak 220 unit, 2018 sebanyak 158 unit dan 2019 sebanyak 205 unit.

“Tahun ini kita membangun rumah di Pamulang 15 unit, Serpong 31 unit, Serpong Utara 19 unit, Ciputat Timur 6 unit, Ciputat 55 unit, Pondok Aren 52 unit dan Setu 27 unit,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, tahun ini ada 205 rumah berhasil dibangun dan target 2020 ada 305 rumah yang akan dibangun.

“Silakan lurah dan camat usulkan dan buat prototipe, mana rumah yang harus bongkar total mana yang harus direhab, atau lainnya. Sehingga jumlah yang dibangun bisa lebih banyak lagi,” ujarnya.

Pak Ben menambahkan, dalam pembangunan RTULH bisa juga kerjasama dengan TNI melaui kegiatan Karya Bhakti TNI. Polanya anggarannya sebaiknnya ada ditingkat kecamatan dan kelurahan saja, sehingga dinas sifatnya hanya pengawasan saja.

“Pemkot ingin berfikir masyarakat bisa hidup layak, dan tidak semua masyarakat bisa dapat tapi, progran lainnya juga kita lakukan,” tambahnya.

Ia berharap, dana kelurahan dari APBN kedepan diharapkan mengalokasikan dana dari APBD untuk mendukung dana kelurahn dari APBN tersebut. Ben berharap tahun 2021 program tersebut bisa diluncurkan. Bedah rumah tersebut dalam rangka membina ketahanan rumah tangga.

“Bedah rumah mudah-mudahan bisa diperluas sesuai kepentingan masyarakat. Masyarakat bayar pajak dan kita kembalikan lagi melalui pembangunan,” tuturnya.

Di tempat yang sama, pemilik rumah Asdih (56) dan Marlina (48) yang telah dibangun mengucapkan syukur atas apa yang diterimanya. “Alhamdullillah saya dapat berkah dengan dibangunnya rumah saya menjadi bangunan yang bagus,” ujarnya.

Asdih mengaku selama ini kerja serabutan untuk mencukupi kebutuhan keluarga dan terutama untuk empat anaknya. “Saya kerja serabutan, kadang jadi tukang bangunan, kuli bos air dan soal penghasilan kalau ada kerjaan dapat Rp 100 ribu per hari,” jelasnya. (bud/hms/esa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here