Home TANGERANG HUB 20 Kecamatan Fokus Gebrak Pa Kumis

20 Kecamatan Fokus Gebrak Pa Kumis

0
SHARE
PENGECATAN: Kadis DPPP Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansah (memegang bambu) mengecat salah satu rumah penerima Gebrak PaKumis di Desa Cileles, Kecamatan Tigaraksa, Jumat (20/12). FOTO: Asep Sunaryo/Tangerang Ekspres

TIGARAKSA – Rumah hasil, Gerakan Bersama Masyarakat Mengatasi Kawasan Kumuh dan Miskin disingkat (Gebrak PaKumis) di Desa Cileuleus, Kecamatan Tigaraksa, diserahkan kepada pemilik. Sepanjang 2019, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menargetkan sebanyak 1.000 rumah di 20 kecamatan.

Kepala Dinas Perumahan Permukiman dan Pemakaman (DPPP) Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansah mengatakan, selain dari merehab rumah, Pemkab juga membangun sarana sanitasi yang bersih dan layak

Adapun pengembangan kawasan akan dilakukan pada 2020. Sehingga, pengentasan kemiskinan dan peningkatan taraf hidup dapat berkelanjutan.

“Target Gebrak Pakumis tahun ini sedang dibangun 1.000 dan pada akhir Desember pengerjaannya sudah rampung, sedangkan pada periode pemerintahan sebelumnya terdapat lebih dari 6.000 rumah,” tegasnya kepada awak media, Jumat (20/12).

Kata Iwan, pada Tahun 2018 terdapat 18 kecamatan di Kabupaten Tangerang yang mendapatkan prioritas pembangunan rumah kumuh. Pada 2019, terjadi peningkatan menjadi 20 kecamatan dengan skala kawasan.

Menurutnya, Gebrak Pakumis merupakan program unggulan pemerintah saat ini, dan setiap tahun pembangunan rumah kumuh akan terus dilakukan, dengan anggaran yang ada pemerintah juga membangun sanitasi pada rumah tersebut.

“Setiap rumah kita anggarkan Rp.15.000.000. Beserta biaya operasional tukang, jadi dengan yang ada tersebut sudah include semuanya. Pembangunan rumah ini juga ada dari pihak swasta dengan dana sosial perusahaan. Itu di luar dari pogram unggulan,” terangnya.

Data Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Tangerang saat ini terdapat 22 ribu rumah kumuh yang membutuhkan pembangunan, semuanya tersebar di 29 kecamatan di Kabupaten Tangerang.

Sementara itu Novi Penerima manfaat mengatakan, sangat berterimakasih atas bantuan pembangunan rumahnya, karena sangat membantu dirinya yang selama ini hidup dalam kondisi yang kekurangan.

“Saya menangis bahagia pak, saat rumah saya dinyatakan menerima bantuan pembangunan rumah dari pemerintah Kabupaten Tangerang. Saya akan jaga rumah ini dan rawat agar tidak kumuh lagi,” katanya. (mg-10/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here