Home PENDIDIKAN Sekolah Harus Membuat Layanan Aduan Kekerasan

Sekolah Harus Membuat Layanan Aduan Kekerasan

0
SHARE
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai angka kekerasan anak di sekolah masih tinggi. Sekolah diminta membuat layanan pengaduan.

JAKARTA-Penanganan kekerasan anak di sekolah belum konsisten. Hal ini menjadi perhatian Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbu), diminta mewajibkan sekolah membuat layanan aduan kekerasan di sekolah. Hal itu bertujuan, untuk menekan tingginya angka kekerasan di sekolah.

“Sekolah harus didorong memiliki sistem pengaduan yang melindungi anak saksi dan anak korban kekerasan untuk bicara dan mengadu,” kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, Jumat (27/12).

Retno juga meminta, Kemendikbud memutus mata rantai kekerasan yang terjadi di sekolah. Sebab menurut KPAI, penanganan kekerasan di sekolah oleh pemerintah daerah masih belum konsisten.

“Menteri Nadiem sudah memiliki kepekaan dan tidak mentolerir kekerasan. Namun, sejak era otonomi daerah, Kemendikbud tidak memiliki kewenangan menegakkan sanksi terhadap guru pelaku kekerasan. Karena kewenangannya di daerah,” terangnya.

“Sementara banyak daerah mengabaikan penegakan hukum terhadap pendidik yang menjadi pelaku kekerasan di sekolah,” imbuhnya.

Menurut Retno, ada 4 hal yang bisa dilakukan Kemendikbud untuk menekan dan mencegah praktik kekerasan di sekolah.

Empat hal tersebut yaitu pelatihan guru, membuat sistem pengaduan yang transparan, perluasan akses masyarakat terhadap sekolah dan redistribusi guru berbasis zonasi.

“Selain mencegah kekerasan, keempat cara tersebut juga akan efektif untuk mewujudkan pemerataan mutu sekolah dan guru berkualitas,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here