Home TANGERANG HUB Sejak Dilaunching, Emergency Call 112 Masuk 5.176 Aduan

Sejak Dilaunching, Emergency Call 112 Masuk 5.176 Aduan

0
SHARE
PERIKSA OPERATOR: Plt Kepala Diskominfo Kota Tangsel Fuad memeriksa kesiapan para operator penerima panggilan darurat 112 di ruang command center gedung 3 Balai Kota Tangsel, beberapa waktu lalu. FOTO: Dok. Tangerang Ekspres

CIPUTAT-Sejak panggilan darurat 112 dilaunching 11 Desember lalu, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangsel telah menerima 5.176 panggilan masuk. Jumlah tersebut masuk sampai Senin (30/12) pukul 12.00 WIB.

Kepala Seksi Infrastruktur dan Jaringan pada Diskominfo Kota Tangsel Ardi Marzan mengatakan, dari 5.176 panggilan yang masuk, hanya 14 laporan yang real dan langsung ditidaklanjuti kepada OPD terkait.

“Yakni, adanya sarang tawon empat laporan, ada ular dua laporan, tawuran satu laporan, orang dipukul masa satu laporan, anggota keluarga hilang dua laporan, pembobolan mobil satu laporan, PJU mati dua laporan dan orang terkunci dalam rumah satu laporan,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Senin (30/12).

Ardi menambahkan, laporan terkait sarang tawon menjadi salah satu laporan yang cukup mendapat perhatian, pasalnya anggota Damkar berhasil mengevakuasi ular piton dengan panjang tiga meter di Perubahan BPI Pamulang. “Selain 14 laporan ini, sisa panggilan yang masuk hanya iseng dan salah telefon, orang iseng dan anak kecil,” tambahnya.

Masih menurutnya, untuk memastikan layanan panggilan darurat 112 beroperasi dengan baik, ada petugas yang siaga selama 24 jam. Yakni, 12 personil yang dibagi dalam empat shif. “Jadi, tiap hari ada tiga shif, sedangkan satu shif lainnya lepas,” ungkapnya.

Sebelumnya, Pemkot Tangsel telah melaunching panggilan darurat 112, Rabu (11/12). Sistem panggilan darurat itu merupakan upaya pemkot dalam memberikan pelayanan keamanan terhadap masyarakat Kota Tangsel. Sehingga kedepannya, kejadian baik itu berupa tindakan kriminal sampai dengan bencana bisa dilakukan penanganan sedini mungkin.

Ada banyak pelayanan yang bisa diakses melalui nomor tersebut, yakni pelayanan perlindungan diri, layanan evakuasi, pelayanan kebakaran, pelayanan kecelakaan, pelayanan unit gawat darurat dan lainnya yang bersifat urgensi.

Dalam sistem ini pemerintah melakukan kerjasama dengan berbagai instansi. Misalnya, Rumah Sakit Umum, Pemadam Kebakaran, Dinas Kominfo sampai dengan pihak kepolisian. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here