Home TANGERANG HUB Prioritaskan Warga di Bantaran Sungai

Prioritaskan Warga di Bantaran Sungai

0
SHARE
PANTAU BANJIR: Bupati Tangerang, A. Zaki Iskandar (dua dari kiri) meninjau lokasi banjir di Kecamatan Cisoka dari luapan Sungai Cidurian, Kamis (2/1). FOTO: Humas Pemkab for Tangerang Ekspres

TIGARAKSA – Kabupaten Tangerang dikepung banjir. Penyebabnya, meluapnya air di Sungai Cisadane, Cidurian, dan Ciumancueri. Menyebabkan ratusan rumah terendam air termasuk salah satu rumah sakit. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, kecamatan terdampak banjir makin luas. Dari awal 7 kini sudah mencakup 12 dari 29 kecamatan.

Bupati Tangerang, A. Zaki Iskandar mengatakan, dari data yang diterimanya ada sekira 30 titik se-Kabupaten Tangerang. Ia menerangkan, banjir diakibatkan meluapnya air di Sungai Cimanceuri, Cisadane dan Cidurian. Dalam penanganan banjir, daerah sepanjang aliran Sungai Cimanceuri dan Cisadane lebih dahulu ditangani. “Karena kedua sungai itu lebih dahulu naik debit airnya. Maka, warga di sepanjang kedua sungai ini menjadi prioritas Pemkab Tangerang. Sore harinya, Sungai Cidurian yang meluap, konsentrasi kita alihkan ke sini setelah debit air di sungai Cisadane dan Cimanceuri surut,” katanya kepada Tangerang Ekspres saat meninjau lokasi banjir di Kecamatan Cisoka, Kamis (2/1).

Zaki menerangkan, jumlah perahu karet yang dimiliki Pemkab Tangerang sebanyak 8 unit ditambah dengan bantuan 3 unit dari Kodim 0510 Tigaraksa dan 6 unit milik Polresta Tangerang. Ia berharap, banjir di daerah hilir Sungai Cidurian tidak separah di Kecamatan Cisoka dan Solear segera surut. “Kalau titik banjir lebih dari 30 titik, dari Cisadane, Cimanceuri, Cidurian dan Kali Sabi. Perahu karet kita terbatas, dibantu dua dari kodim, enam dari polres. Semuanya dipakai. Untuk evakuasi sepanjang alur Cisadane kemarin saja kami sudah kewalahan,” jelasnya.

Sementara, Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Bambang Sapto mengatakan, wilayah banjir makin luas dari sebelumnya. Hal ini disebebkan, hujan lebat dan meningkatnya debit air pada aliran sungai Cisadane, Cidurian dan Cimanceuri. Ia menerangkan, data pengungsi dan jumlah kerugian belum terdata secara keseluruhan. Sebab, sejauh ini petugas dan relawan masih berfokus pada evakuasi dan penanganan banjir. “Saat ini banjir ada 11 kecamatan, yakni, Kelapa Dua, Pagedangan, Curug, Pakuhaji, Teluknaga, Cisoka, Solear, Jayanti, Sepatan Timur, Kosambi, Pasar Kemis dan Kresek. Sementara, hanya itu yang terdata oleh kita,” jelasnya kepada Tangerang Ekspres melalui pesan singkat.

Ia menerangkan, pendirian posko bencana dikoordinir bersama kecamatan. Selain itu, ada posko bencana di balai desa dan kantor kecamatan. Saat ini yang terdapat posko banjir yakni, di Kecamatan Kelapa Dua, Pagedangan, Solear, Cisoka, Sepatan Timur dan Pasar Kemis. “Tiap hari ada penambahan area terdampak banjir. Data belum kita rekap dari seluruh kecamatan. Sementara, ada 35 titik dengan 700 kepala keluarga yang terdampak mengungsi. Mudah-mudahan cuaca bersahabat sehingga daerah banjir tidak meluas,” jelasnya.

Senada, Kepala Bagian Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tangerang, Kosrudin mengatakan, menerima laporan adanya korban jiwa akibat banjir. Ia mengungkapkan, korban terpeleset dan jatuh hingga terbawa arus. “Dari petugas kita di lapangan, korban atas nama Taufik, yang berdomisili di Perumahan Taman Cikande, Kecamatan Jayanti meninggal dunia. Saat ini jenazah sudah diurus oleh warga dan menunggu keluarga almarhum untuk dimakamkan,” katanya. (mg-10)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here