Home TANGERANG HUB Sampah Pasca Banjir Berlimpah

Sampah Pasca Banjir Berlimpah

0
SHARE
BERSIH-BERSIH: Alat berat mengambil sampah yang menumpuk di salah satu kali di Kecamatan Teluknaga, usai banjir besar melanda. FOTO: DLHK Kab Tangerang for Tangerang Ekspres

TIGARAKSA – Penumpukan sampah pasca banjir di Kabupaten Tangerang terjadi di beberapa titik, yakni, sungai, drainase, halaman maupun rumah warga. Sampah yang terbawa arus banjir dan menumpuk saat banjir mulai surut. Dari 29 kecamatan, 12 diantaranya terdampak banjir luapan sungai Cimanceuri, Cidurian, dan Cisadane.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik mengatakan, terjadi peningkatan volume sampah akibat dampak banjir. Menurutnya, jumlah sampah yang meningkat akibat terbawa arus banjir.

“Iya ada peningkatan dari biasanya. Tentu sampah ini akan kita angkut ke TPA Jatiwaringin. Karena sudah menjadi tanggungjawab dan tugas kita. Kita optimalkan dan seselsaikan segera,” katanya kepada Tangerang Ekspres, Minggu (5/12).

Peningkatan volume sampah mencapai 25 persen dari hari biasanya. Taufik mengatakan, pada hari biasa volume sampah di Kabuipaten Tangerang mencapai sekira 700 hingga 1.000 ton sampah. Ia menerangkan, volume sampah akibat tebawa arus banjir didominasi sampah domestik.

“Sementara, akibat banjir sampah bertampah menjadi 1.000 ton dari normal 700 hingga 800 ton setiap hari. Jelas ada kenaikan sekira 25 persen. Jumlah ini tentu belum semua dearah banjir kita data. Karena belum secara keseluruhan,” katanya kepada Tangerang Ekspres.

Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, luapan Sungai Cisadane mengakibatkan banjir di lima kecamatan. Yakni, Kelapa Dua, Cisauk, Teluknaga, Sepatan Timur dan Kosambi. Sedangkan, luapan Sungai Cidurian mengakibatkan banjir di Kecamatan Cisoka, Solear, Jayanti dan Kresek. Adapun, banjir di Kecamatan Pagedangan dan Legok diakbitkan luapan Sungai Cimanceuri.

Taufik menegaskan, tidak ada penambahan jumlah petugas yang membersihkan sampah akibat terabawa arus banjir. “Tidak ada penambahan petugas. Hanya petugas yang di wilayahnya tidak banjir, diminta untuk membantu. Terutama di lokasi yang parah. Semua bergerak di sembilan UPTD Kebersihan yang kita miliki, membersihkan sampah pasca banjir,” jelasnya.

Sementara, Kepala Bidang Pencegahan Penyebaran Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmidzi mengatakan, dinas kesehatan fokus pada penanganan penyakit yang muncul ketika banjir.

“Kita juga bersih-bersih di tempat yang terdampak. Terutama di Kecamatan Teluknaga. Karena penyakit yang muncul akibat banjir yakni, diare, DBD, kencing tikus dan sebagainya. Untuk obat-obatan penyakit akibat banjir, aman,” tutupnya. (mg-10/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here