Home HUKUM Ardiansyah Ingin Mati Bersama Anak, Takut Ditelantarkan Istrinya

Ardiansyah Ingin Mati Bersama Anak, Takut Ditelantarkan Istrinya

0
SHARE
DIPERTEMUKAN: Ardiansyah, pelaku pembunuhan anaknya sendiri saat dibawa Polsek Neglasari untuk diperiksa setelah dirawat di rumah sakit karena mengalami gangguan jiwa, Jumat (17/1). FOTO: Randy Yastiawan/Tangerang Ekspres

TANGERANG – Ardiansyah (30), pembunuh anaknya sendiri Rasya alias Aca (4) dibawa ke Polsek Neglasari. Sebelumnya pelaku dirawat di RSJ Grogol karena mengalami gangguan kejiwaan.

Kapolsek Neglasari Kompol Robinson Manurung mengatakan, pelaku yang sudah sembuh langsung dilakukan penyelidikan. Tetapi sebelumnya dipertemukan dahulu dengan Novita, istri sekaligus ibu dari Aca.

“Setelah mendapatkan kabar pelaku sembuh, kami langsung menjemput pelaku untuk diperiksa lebih dalam dan kami pertemukan dengan ibu dari korban. Pertemuan tersebut sengaja dilakukan agar, ibu dari Aca ini menanyakan langsung kenapa membunuh anak kandungnya sendiri,”ujarnya.

Novita sempat menangis histeris pada saat dipertemukan dengan pelaku. Novita memarahi serta memaki tersangka yang telah membunuh anaknya.

“Kenapa? Dia anak saya, kenapa enggak saya saja ibunya yang kamu bunuh? Kenapa? Itu anak saya yang kamu bunuh,” tangis Novi di depan hadapan Ardiansyah.

Manurung menambahkan, motif pembunuhan ini dilandasi kekesalan pelaku terhadap istrinya. Kekesalan itu akhirnya berujung pada pembunuhan buah hatinya dengan alasan ingin mati bersama anaknya.

“Saat di perjalanan, menanyakan  kepada tersangka apa dasar pembunuhan dilakukan. Tersangka menjawab karena kesal, bahkan menurut tersangka Novita menelantarkan anaknya sehinga punya pikiran, daripada tidak diurus lebih baik mati bersama. Tuhan berkehdak lain, pelaku justru diberikan kesembuhan dan kami kenai pasal 388 KUHP dengan hukuman 15 tahun penjara dan Senin akan dilakukan rekonstruksi,”paparnya.

Sementara itu, Ardiansyah mengaku, pembunuhan yang ia lakukan agar anaknya tidak tersakiti atas sikap istrinya. Bahkan mati bersama dengan anaknya adalah jalan terbaik setelah kisah rumah tangganya yang retak dan tidak terselamatkan.

“Saya berpikir, dengan cara saya bunuh diri dan anak saya mati adalah pilihan terbaik. Kalau sudah tidak sayang lagi sama anak ya sudah. Makanya saya memutuskan ingin mati bersama,”akunya.

Kejadian tersebut terjadi karena sang anak menangis di rumah mertuanya. Karena tidak sanggup mendengar tangisan, akhirnya Novita meminta Ardiansyah untuk menjemput anaknya ke kontrakan yang ia tempati. Setelah sampai di kontrakan, Aca tetap menangis dan tidak mau berhenti karena ingin bertemu ibunya.

“Jadi saya dihubungi istri saya untuk menjemput  Aca karena di rumah neneknya nangis terus. Sedangkan istri saya tidak ada di rumahnya. Saya jemput dan saya bawa pulang, tetapi masih nangis akhirnya saya pikir daripada sengsara lebih baik saya dan anak saya mati saja. Tetapi memang kejadian ini saya tidak mati, dan saya siap menjalani hukuman,”ungkapnya.(mg-9).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here